oleh

Rekapitulasi Perolehan Suara DPR-RI Di Palas, PAN Peraih Suara Terbanyak Pertama

PADANG LAWAS,LINTAS 10.COM- Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas  (Palas) Rabu (1/5) pukul 01.00 dini hari Partai Amanat Nasional (PAN) berhasil menjadi peraih suara terbanyak pertama untuk perolehan suara DPR-RI.

Pantauan Lintas 10, rapat pleno tingkat KPU Palas itu, dimulai pukul 16.00 Wib dan berakhir pada pukul 01.00 Wib dini hari. Hadir pada kesempatan itu Bupati Palas H Ali Sutan Harahap, Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, Dandim 0212/TS Letkol Inf Akbar Nofrizal Yusananto, Kejari Palas, dan Komisioner Bawaslu Palas.

Total suara partai ditambah suara masing-masing Caleg DPR-RI, PAN berhasil mengumpulkan suara sebanyak 43.741, menyusul posisi kedua PKS sebanyak 14.661, ketiga partai Gerindra sebesar 12.167 suara, posisi keempat Partai Demokrat sebesar 12.028, posisi kelima Partai PKB sebesar 10.596 suara.

Selanjutnya posisi keenam Partai Golkar sebesar 9.673 suara, posisi ketujuh PDI-P sebesar 6.383 suara, posisi kedelapan PPP sebesar 4.649 suara, posisi kesembilan Partai Nasdem sebesar 4.098, dan posisi kesepuluh Partai Hanura sebesar 2.448 suara.

Secara rinci, suara pribadi Caleg DPR-RI di PAN itu, Dr Saleh Partaonan Daulay (SPD) berhasil mengumpulkan 39.374 suara. Bila ditelaah, hanya suara pribadi Caleg nomor satu itulah yang mendongkrak sehingga bisa urutan pertama peraih suara terbanyak di Kabupaten Palas.

Sementara perhitungan suara se Dapil Sumut 2, dengan data yang masuk sebesar 56,1 persen melalui situng KPU, maka PAN berada diurutan kelima dengan perolehan 99.194 suara, urutan pertama PDIP sebesar 281.375, Nasdem 211.832, Gerindra 128.454, Golkar 124.662, Demokrat 70.179, PKS 62.023, PKB 60.868, dan Perindo sebesar 59.855 suara.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Pendidikan Pemkab Asahan MOU dengan Sampoerna Foundation di Jakarta
baner


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.