Pasien BPJS di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital disuruh Beli Obat, Begini Kronologinya

Lintas SUMUT3,557 kali dibaca

Lintas10.com, Medan – Pasien pengguna Program BPJS aktif di Rumah Sakit (RS) swasta Murni Teguh Memorial Hospital, Kota Medan Sumatera Utara mengaku kecewa disuruh membeli obat albumin. Suami pasien berinisial nama RH menuturkan kepada wartawan kaget disuruh membeli obat, pasalnya mereka terdaftar sebagai pengguna BPJS aktif.

Berawal saat masuk berobat ke RS Murni Teguh pada tanggal 26 September 2022 lalu. Pasien atas inisial nama RT masuk ruang rawat inap. Tiga hari dirawat, lantas pada tanggal 30 September pihak rumah sakit menyarankan untuk membeli obat albumin.

Terlihat dalam kwitansi pembelian obat ‘Vipalbumin Plus Sachet seharga 925.000,00’ distempel dan ditandatangani oleh Apotik Murni Teguh.

Berlanjut pada tanggal 05 Oktober pasien lagi – lagi disuruh membeli obat. Terlihat dalam kwitansi jenis obat yang dibeli ‘Octalbin 25% 100 M Infusion’ dengan harga 2,104,792,80,00 distempel dan ditandatangani oleh Apotik Murni Teguh.

” Kami peserta BPJS aktif, tapi kata mereka ada batasan tanggungan BPJS, lewat dari batasan kami wajib bayar” ucap pasien, Senin (24/10).

Menariknya lagi, pada tanggal 07 Oktober 2022, suami pasien RH disuruh menandatangi surat pernyataan membeli obat albumin tersebut dengan isi pernyataan bahwa keluarga pasien membeli obat secara ikhlas. Suami pasien menolak dan tidak berkenan menandatangani surat pernyataan tersebut yang telah dipersiapkan lengkap pakai materai sepuluh ribu rupiah.

Ironisnya, pembelian obat ini tidak berlanjut. Setelah habis 4 botol Albumin yang dibeli tersebut, rumah sakit kembali memberikan obat Albumin tanpa dimintai pembayaran.

Tidak hanya itu, warga yang dirawat di RS Murni Teguh ini juga merasakan pelayanan yang tidak maksimal. Pasalnya alasan merujuk ke rumah sakit lain juga dikatakan Perawat dengan alasan bahwa dokter sedang libur semua, maka pasien dirujuk ke RS lain ucapnya menirukan ucapan perawat.

Baca Juga:  Bangunan Hotel OYO Milik Oknum Anggota DPRD Kota Medan Belum Kantongi Izin Tinggal Menunggu Penindakan Satpol PP!

Ironisnya, tangan pasien inisial nama RT juga sempat mengalami pembengkakan dan melepuh diduga akibat suntikan jarum infus. Hingga kini tangan RT terlihat membekas dengan luka yang menganga.

Pengakuan lainnya juga dikatakan pasien yang dikamar terpisah mengatakan disuruh oleh perawat membeli obat albumin. Padahal pasien ini juga berstatus peserta BPJS aktif.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Hospital Dr Herman mengatakan terimakasih atas informasi yang diberikan wartawan, menurutnya sedang butuh sedikit waktu untuk mengecek informasi itu katanya.

” Karena saya disini juga sebagai Dokter umum jadi tidak mengetahui segalanya, apalagi tidak mengerti segalanya apalagi tidak mengetahui semua termasuk menyangkut teknis” ucap Dr Herman, Rabu (26/10/2022), di ruangan Rs Murni Teguh Memories Hospital di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur sekira pukul 14.30 wib.

Tambahnya, menyangkut albumin itu dibeli inisiatif pasien, kilahnya.

Ditanya terkait pasien tiga hari dirawat sudah dianjurkan membeli obat albumin lengkap menggunakan kwitansi dan disuruh menandatangani surat pernyataan membeli obat secara ikhlas, tidak hanya itu, bahkan ada pasien peserta BPJS yang lain juga mengatakan disuruh membeli obat dari apotik Murni Teguh.

Menjawab hal itu Dr Herman mengatakan bahwa pasien BPJS sepenuhnya menjadi tanggungan BPJS katanya. Terkait kwitansi pembelian tersebut pihaknya tak menampik itu.

” Iya itu jika ada yang beli ya kita jual” ujarnya.

Sementara itu, keterangan yang berhasil dihimpun Wartawan Wahana News.co dari pihak staf BPJS Nilla Khasanah mengatakan tidak ada batasan biaya kesehatan dari BPJS kata dia.

“Selamat Sore Pak. Untuk biaya kesehatan tidak ada batasan dr BPJS Kesehatan” tulisnya via whatshap.

Dirangkum dari berbagai sumber, bahwa obat Albumin termasuk dalam obat yang ditanggung program JKN.

Baca Juga:  Beredar Video Viral Warga Komplin Terkait Sampah Medis Milik RSU Lumban Tobing Sibolga

Hal ini dikatakan berkesesuaian dengan peraturan Permenkes nomor 71 tahun 2014 pasal 24 ayat (1) berbunyi : pelayanan obat, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai pada faskes rujukan tingkat lanjutan merupakan salah satu komponen yang dibayarkan dalam paket INA CBGs.

Dalam poin kedua dalam Permenkes nomor 59 tahun 2014 menyebutkan obat Human Albumin termasuk dalam Top Up Spesial CMG Rumah Sakit Rujukan Nasional. Jadi obat Albumin ditanggung dalam program JKN sesuai dengan indikasi medis peserta. (Ly)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses