oleh

Pagar Tembok Sepanjang 50 Meter Disoal Warga Hingga Kini Masih Kokoh Meski Sudah Diperintahkan Bongkar, ini Kata DPRD Medan

-Hukrim-24 views

Medan, lintas10.com – Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor menerima keluhan Warga terkait pagar tembok yang sebelumnya telah diperintahkan dibongkar. Hal inipun menurutnya suatu keheranan, pasalnya hal tersebut sudah tergolong lama. Tembok pagar sepanjang 50 meter yang berada di Jalan Pengayoman Gang Efrata Sei Agul, Medan Barat di soal Masyarakat.

Antonius menerima aspirasi Masyarakat tersebut di Sopo Restorasi, Sabtu (27/2). Diketahui Sopo Restorasi ini dirancang khusus sebagai wadah Antonius untuk menampung berbagai persoalan warga.

Diterangkan Warga, tembok tersebut sudah delapan tahun berdiri kokoh, sementara itu, surat perintah bongkarnya sudah keluar, namun hingga kini belum juga dibongkar.

Surat pembongkaran tersebut yang bernomor 640/665 tanggal 3 Oktober 2012 silam, ditandatangani oleh Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan Ir Samporno Pohan, MT kala itu.

“Saya kembali didatangi warga Gang Efrata karena tembok yang pernah mereka keluhkan saat reses belum juga ditindak lanjuti dinas terkait. Padahal surat perintah bongkarnya sudah delapan tahun lalu diterbitkan oleh Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan,” ujar Antonius mengawali konferensi Persnya di Medan.

Menurut Antonius, tembok tersebut memang sudah seharusnya dibongkar karena menyalahi aturan, di mana tinggi tembok tersebut mencapai 3 Meter sehingga dari aspek lingkungan saja sudah pasti mengganggu kehidupan warga sekitar, terangnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, pembangunan tembok tersebut sebetulnya tidak dipersoalkan warga jika tingginya hanya 1,5 meter, meskipun hal itu tetap melanggar peraturan daerah (Perda). Sebab jika mengacu pada Perda ketinggian tebok hanya diijinkan 1,3 m, apalagi berada di tengah perkampungan warga kata dia.

Itu sebabnya, tambah Antonius, tembok tersebut harus segera dibongkar karena surat perintah bongkarnya sudah diterbitkan oleh Dinas TRTB yang kini sudah berganti nama menjadi Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Penataan Ruang.

Baca Juga:  Belum Sempat Nikmati Barang Haram Warga Kecamatan Kota Kisaran Timur Terlanjur di Bekuk Polisi

“Lagi pula untuk apa sih bangun tembok tinggi-tinggi apalagi di dalam gang, kalo mau bangun perumahan 1 meter juga cukup, kalau merasa kurang aman ya ditambah aja pakai teralis besi sehingga sirkulasi udara di permukiman warga tidak terganggu,” ujar Politisi Nasdem yang juga Sekjen dari DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sumut.

Dalam pertemuan singkat warga dengan Antonius tersebut juga warga Lingkungan I juga mempersoalkan keberadaan Hotel De Paris di Jalan Danau Marsabut. Pasalnya, warga yang dikoordinir oleh R. Paggabean mengaku hampir setiap malam terganggu oleh suara musik dari Hotel De Paris. Apalagi pada Jumat malam dan Sabtu malam, imbuhnya.

Tak Cuma itu, warga pun mempertanyakan juga soal ijin bangunan Hotel De Paris yang awalnya disebut rumah tempat tinggal namun belakangan berubah menjadi hotel.

“Betul. Warga pun menanya saya juga soal bangunan Hotel De Paris apakah tidak melanggar aturan, kalo melanggar kenapa tidak dibongkar,” ucap Antonius yang duduk di Komisi 4 DPRD Medan ini.

Menjawab keluhan warga, Antonius berjanji akan membawa permasalahan tembok dan ijin bangunan Hotel De Paris ke Komisi 4 karena hal itu memang bidangnya. Tapi kalau masalah musik Hotel De Paris akan saya berkoordinasikan dengan instansi terkait karena lokasinya berada di dalam hotel.

“Kalo saya mau main kasar bisa saja anggota IPK saya suruh menertibkan Hotel De Paris, tapi itu kan tidak baik karena pasti melanggar hukum. Sama sekali saya tidak kenal sama pemiliknya, tapi karena hal ini menyangkut ketertiban warga maka saya harus mencari jalan keluarnya,” tutup Antonius.( Ly Tinambunan/Red)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan