Home / Kampar / Kades Kualu Nenas Dinilai Tutup Mata Tambang Galian C Sirtu

Kades Kualu Nenas Dinilai Tutup Mata Tambang Galian C Sirtu

Diduga Tak Berizin Di Desa Kualu Nenas

KUALU NENAS,LINTAS10.COM-Penambangan galian C Sirtu Diduga ilegal kembali marak di Kabupaten Kampar. Selain merusak lingkungan dan tanpa mengantongi izin operasional, aktivitas tersebut banyak merugikan warga. Apalagi akses jalan rusak akibat mobil pengangkut galian C tersebut serta menimbukan debu dan hampir setiap hari warga menghirup udara kotor diakibatkan angkutan mobil drum truk yang mondar mandir.

Lebih ironinya pantauan Wartawan penambang galian C yang berada di Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar terletak di Dusun 11 sehingga ditakutkan nantinya berakibat patal bagi lingkungan setempat.

Penambangan Galian C Yang di Duga Ilegal ini tanpa adanya pengawasan serta dinilai merusak lingkungan dan perkebunan warga terancam rusak.

Sayangnya, aktivitas melanggar hukum ini tak mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kampar bahkan dari Gubenur Riau juga penegak hukum dan seolah dibiarkan begitu saja, sehingga pengusaha tak jera kendati tak mengantongi izin. Beberapa lokasi penambangan baru bahkan bermunculan.

Dari pantauan Wartawan di lokasi Desa Sungai Pinang dan Desa Kualu ,terpantau beberapa lokasi penambang galian C dan diduga banyak tidak mengantongi izin resmi.

Namun meski tak berizin, penambangan dilakukan terang-terangan tanpa menghiraukan siapapun , terpantau truk pengangkut hasil penambangan lalu lalang di jalan raya. Tak hanya itu, penambangan ilegal tersebut juga menggunakan alat berat.

Salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Wartawan pada Sabtu (11/8/18) mengatakan ,” disini cukup meresahkan warga akibat penambang galian c , bahkan warga sudah banyak yang resah karena seperti yang ada di Desa Kualu Nenas itu galian c berdekatan dengan kebun warga,”ungkapnya

Dikatakannya, Desa Kualu memang bukan lokasi tambang baru. Beberapa tahun lalu penambangan tak berizin tersebut mulai beroperasi dan tidak pernah tersentuh hukum,”tutur warga tersebut.

Hal yang sama juga dirasakan oleh salah satu pengendara yang ketika itu melewati area penambangan mengatakan.

”kita sangat terganggu Pak dengan adanya penambangan ini, saat kita lewat debunya sangat menganggu dan juga rumah warga menjadi kotor dan retak retak akibat mobil yang bermuantan,” ungkapnya.

”iya ini diduga ada kesan jika pemerintah Desa dan daerah tutup mata dengan aktivitas merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga itu. Ada apa kok penambangan yang sudah beroperasi sekian tahun dibiarkan saja padahal sudah jelas tidak mengantongi izin,” kata Warga.

Sambungnya dengan dibiarkan begitu saja tentu jadi bertanya – tanya ada apa kok bisa dibiarkan begitu saja.

”Saya juga mendapatkan informasi jika pemilik tambang ilegal juga menyetor sejumlah uang agar aktivitas ini tak diusik pemerintah daerah maupun aparat hukum inilah yang patut jadi Praduga apa benar atau tidak sehingga dibiarkan beroperasi,”sebutnya.

Warga berharap Bupati Kampar melalui Dinas terkait bahkan Gubenur Riau melalui Dinas nya agar memaksa pemilik tambang untuk berhenti merusak lingkungan dan juga menyeret pemiliknya ke ranah hukum.

”Karena ini sudah banyak merugikan berbagai pihak,”pintanya.

Untuk diketahui bahwa berdasarkan UU No 4 Tahun 2009 dan PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara termasuk memuat tentang Tata Cara Pemberian Izin Usaha Pertambangan Batuan. Komoditas pertambangan dikelompokkan dalam 5 golongan yaitu :
1. Mineral radioaktif antara lain: radium, thorium, uranium
2. Mineral logam antara lain: emas, tembaga
3. Mineral bukan logam antara lain: intan, bentonit
4. Batuan antara lain: andesit, tanah liat, tanah urug, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, pasir urug
5. Batubara antara lain: batuan aspal, batubara, gambut.

Merujuk dari hal tersebut mestinya setiap Pertambangan Batuan wajib memiliki izin yang meliputi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).


Baca Juga

Puluhan Warga Desa Meragin Megaduh Ke DPRD Kampar Terakait Pembagunan Jembatan Meragin

BANGKINANG KOTA,LINTAS10.COM-Akibat Dampak Terkena Pembangunan Jembatan Merangin Puluhan Warga dari Desa Merangin Kecamatan Kuok Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.