oleh

Ruko di Kota Pinang Hangus dilalap “Sijago Merah”

-Top Ten-40 views

Kotapinang, lintas10.com- Sekitar dua belas Ruko (rumah toko) habis dilalap sijago merah informasi yang berhasil dirangkum dimulai dari Ruko ponsel exfo sampai dengan Ruko sihar dijalan jendral sudirman, Kelurahan Kotapinang. Minggu (07/03/2021), Kebakaran terjadi sekitar pukul 19,19 WIB.

Diduga sementara penyebab kebakaran asal api masih simpang siur ada mengatakan beruko exfo jual handpone ada juga menjelaskan dari toko batik Faiza.

Kepling Kotapinang Dadang (51) saat dikonfirmasi media menjelaskan inilah kebakaran yang terbesar dialami selama menjabat Kepala Lingkungan di Kotapinang.

Dijelaskannya, taksiran sementara kerugian yang dialami warga yang tertimpa musibah milyart rupiah. 

Pantauan media akibat kebakaran awal pukul 19.15 Wib sampai 24:00 Wib tersebut jalan menuju Bagan Batu, Gunung Tua begitu juga Bagan Batu Rantauprapat macet hingga puluhan kilometer.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Dedi Kurniawan SIK, MH melalui AKP Bambang G Hutabarat SH, MH, membenarkan adanya kebakaran di wilayah hukum kerjanya.

“Anggota sudah saya kerahkan untuk membantu masyarakat,” katanya.

Sementara dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa dari pihak kepolisian sudah mendirikan posko bencana apabila dibutuhkan Polsek bisa dijadikan posko utama untuk korban kebakaran tersebut.

Toni (36) warga Kotapinang menyayangkan pihak dari DAMKAR yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi TKP, terlalu lamban dan tidak cekatan untuk siaga tanggap darurat.

“Akibat lambatnya kinerja damkar api meluas, menjadikan warga semakin kesal,” Katanya.

Lebih parahnya lagi Armada DAMKAR tiba dilokasi dan hanya beberapa menit air dalam tank sudah habis.

“Saya mohonlah pada Kasat agat kinerja pemadam diperbaki dan bilanperlu kalau tidak terpakai dan tidak cekatan tanggalkan baju dinas yang dibeli dari uang masyarakat,” sebutnya. (Candra siregar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan