Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Masyarakat Seruyan Keluhkan Harga Elpiji 3 kg Capai Rp 40 ribu

Masyarakat Seruyan Keluhkan Harga Elpiji 3 kg Capai Rp 40 ribu

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Harga isi ulang pada gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Seruyan, kususnya pada di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Rabu (9/1/2019) dimana mencapai harga sebesar 40 ribu rupiah per tabung. Sehingga hal tersebut membuat semakin dikeluhkannya oleh masyarakat, selain harganya yang terus pada semakin tinggi, dan juga untuk didapatnyapun sangat sulit.

Informasi yang dihimpun, Jumat (9/1/2019), pada hari ini dimana dengan harga jual untuk gas elpiji subsidi 3 kilogram di kabupaten seruyan, kususnya pada di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, capai 40 ribu rupiah pertabungnya di pengecer. Adapun harga jual yang ditawarkan terbilang begitu sangat mahal, namun mau gimana lagi masyarakat perlu membelinya, karena memang sangat pada membutuhkannya guna keperluan sehari-hari.

“Meskipun sangat mahal, mau ngga mau ya kita tetap harus beli, karena guna keperluan sehari-hari, itupun sudah untung bisa dapat, kalau tidak susah sekali pada mencarinya,” ujar salah seorang warga seruyan, Rabu (9/1/2019) saat berada di kuala pembuang, dimana pada sedang mencari orang yang kalau ada dengan menjual untuk isi ulang gas elpiji 3 kg, dan dia juga meminta untuk dengan pada tidak disebutkan identitas dirinya.

Ditambahkannya, dimana pada dengan sebelumnya, untuk harga jual yang ditawarkan sudah mencapai antara pada 35 – 37 ribu rupiah per tabungnya, tetapi kini pada dengan naik lagi menjadi 40 ribu rupiah per tabung.

Entah kenapa, harga jual pada gas elpiji subsidi 3 kilogram yang pertabungnya terus semakin mahal, dan juga dengan langka, yang dimana terus menerus dengan pada terjadinya. Apakah karena pemakainya begitu sangat banyak sekali….., dengan begitu pada baru datang truk pasokan gas elpiji subsidi 3 kilogram tersebut, hanya dengan hitungan menit saja sudah habis. Wah… memang benar-benar aneh sekali, ada apakah yang sebenarnya terjadi…. Sehingga hal tersebut jadi pertanyaan dan soal bagi masyarakat yang dengan pada betul-betul sebagai penerimanya. (Fathul Ridhoni)

Baca Juga

Proyek 49,9 M Jalan Pengubung Bangkal-Telaga Pulang-Kuala Pembuang di Seruyan Telah Berakhir

Lintas10.com,(Seruyan/Kalteng) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui instansi Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kalimantan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.