Marak Aktivitas PETI di Kabupaten Madina, Kapolres Madina Buru Aktor Utama Perusak Lingkungan !

Lintas SUMUT376 kali dibaca

Lintas10.com, Madina – Kepala Kepolisian Resort Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh bakal memburu aktor perusak lingkungan atas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Lewat pesan tertulisnya menjawab Lintas10.com Arie Sofandi Paloh menuturkan selepas masa pemilu ini akan membentuk Tim Satgas Penindakan untuk mengungkap aktor dibalik kerusakan lingkungan yang telah berdampak serius terhadap masyarakat.

” Siap, insyaallah selesai masa tenang kami bentuk satgas penindakan, makasih infonya ” tulis AKBP Arie Sofandi Paloh, Senin (12/02/2024).

Diketahui, Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pertambangan tanpa izin di Desa Hutarimbaru, Kecamatan Kotanopan pada Sabtu (10/02) kemarin.

Namun ironisnya, kedatangan Kapolres yang baru dilantik Kapolda Sumut Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi pada bulan Januari 2024 lalu itu tidak berhasil menangkap para terduga penambang.

Hal ini diduga karena informasi turunnya Kapolres lebih dahulu diketahui, hingga aktivitas terhenti hari itu juga.

Informasi dihimpun dilapangan, aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Madina sudah berlangsung belasan tahun lamanya tanpa tersentuh oleh hukum.

Informasi lainnya, tambang emas ilegal dilokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis. Terduga penambang diduga kebal hukum dan secara berani serta secara terang terangan beraktivitas tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.

Sejumlah alat yang digunakan dilokasi penambangan seperti alat berat skavator maupun mesin dompeng untuk menambang diduga menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pemerintah.

Seperti diutarakan warga berinisial nama JA yang meminta namanya agar dirahasiakan kepada wartawan mengatakan ada dugaan keterlibatan oknum aparat dilokasi penambangan.

Baca Juga:  Program Pasar Nawacita di Deliserdang masih Terbengkalai, Pedagang Berharap Campur Tangan Pemerintah Pusat!

Komentar