oleh

Lagi, Warga Seruyan Keluhkan Pom Mini Yang Jual Premium Kurang Tak Sesuai Volume Literan

Seruyan, LINTAS10.COM – Meski dirasa membantu masyarakat, keberadaan Pertamini (Pom Mini) ternyata juga dikeluhkan, karena jumlah takarannya (liter) berbeda saat konsumen membelinya di salah satu pertamini yang ada di wilayah Kota Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran berbagai macam jenis baik dari premium, pertalian, dan pertamak, dengan sistem digital bertajuk Pertamini kian menjamur di Kabupaten Seruyan, kususnya di ibu kota Kuala Pembuang. Sayang, selain pada dikeluhkan dengan adanya isinya yang kurang, juga tak berizin, kehadirannya juga diklaim membahayakan konsumen.

Dari pantauan Lintas10, di Kabupaten Seruyan Pertamini sudah tersebar seluruh kecamatan. Bahkan, ada yang letaknya tidak jauh dari SPBU, kurang dari 1 kilometer. Jarak masing-masing Pertamini juga tidak terlalu jauh.

Informasi yang dihimpun, dimana Pertamini ditegaskan bukan unit bisnis dari Pertamina dan tergolong pengetap. Secara izin juga tidak ada dari Pertamina.

Ini cukup disesalkan karena sudah jelas dalam aturan bahwa untuk melakukan kegiatan usaha niaga hilir migas harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

Sesuai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, badan usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha hilir setelah mendapatkan izin usaha dari pemerintah. Izin usahanya antara lain, izin usaha pengolahan, izin usaha pengangkutan, izin usaha penyimpanan dan izin usaha niaga.

Dan seluruh poin izin usaha tersebut memiliki muatan hukum yang bila dilanggar akan ada sanksi hingga denda.

Memudian, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM, disebutkan bahwa TBBM, depot, penyalur yang dalam hal ini dapat disebut SPBU adalah tempat untuk melakukan penimbunan dan penyaluran BBM yang dimiliki atau dikuasai PT Pertamina atau badan usaha.

Baca Juga:  Pencarian Heli MI 17 tetap berjalan dibawah koordinasi Mabes TNI

Dan selain itu juga Pertamina tidak bisa menindak para oknum-oknum tersebut, karena yang berwenang adalah pemerintah.

Seperti halnya dimana dari sisi takaran, pom mini ini tidak bisa dipastikan, berbeda dengan SPBU. Tiap tahunnya pasti ada pengecekan dan pengawasan dari Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, apa lagi terkait dengan konsumen.

Halnya seperti lagi lagi yang terjadi dan dialami oleh salah seorang warga Kabupaten Seruyan, Ridho, Kamis(6/2/2020), di Kuala Pembuang, saat menemui Lintas10 dengan mengungkapkan keluhannya, dimana saat dibelinya pada salah satu pom mini yang ada di wilayah kuala pembuang, dengan menggunakan botol air mineral isi 1 liter, yang didapatnya isi jauh sekali kurangnya, dimana yang diperkirakan 400ml kurangnya dari isi yang sebenarnya, atau pada di SPBU.

“Aneh, disaat saya membeli dengan
menggunakan botol air mineral isi 1 liter, yang didapatnya isi jauh sekali kurangnya, dimana yang diperkurakan 400ml kurangnya dari isi yang sebenarnya, pastas saja apabila saya beli dengan mengisikannya secara langsung, kadang-kadang saya merasa aneh, kenapa motor saya ko boros sekali, sehingga sering saya service kan, tetapi berulang kali tetap juga dengan terjadi, o…mungkin lantaran isinya yang memang diduga distel dengan kurang ya?…,” ujar Ridho.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan