Pangkalan Bun,Kalteng– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Birutė Mary Galdikas, yang meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2026, di Los Angeles, Amerika Serikat. Kabar duka ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia internasional, tetapi juga bagi masyarakat Kobar yang selama ini merasakan langsung dedikasi beliau terhadap pelestarian alam.
Prof.Birute Mary Galdikas yang memulai penelitian sejak Nopember tahun 1991.di Cagar Alam Taman Nasional Tanjung Puting.kalimantan tengah.almarhum mendirikan Camp Leakey
Wakil Bupati Kobar Suyanto.SH menyampaikan, rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu dari “Trimates”, kelompok tiga ilmuwan wanita (bersama Jane Goodall dan Dian Fossey) yang dipilih oleh antropolog Louis Leakey untuk mempelajari kera besar di alam liar. Ia menuturkan bahwa almarhumah merupakan figur penting yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian hutan tropis, khususnya di wilayah Kalimantan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kobar dan seluruh masyarakat menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Birute Galdikas. Beliau adalah sosok luar biasa yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kelestarian orangutan,” ujar Suyanto, Rabu (25/3/2025).
Ia menambahkan bahwa kiprah dan pengabdian almarhumah selama puluhan tahun di Kalimantan, khususnya melalui Orangutan Foundation International, telah memberikan dampak besar bagi upaya konservasi dan pendidikan lingkungan. Berkat dedikasinya, kawasan hutan di Kobar menjadi salah satu pusat perhatian dunia dalam upaya perlindungan satwa langka.
“Jejak perjuangan beliau akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga alam dan lingkungan. Apa yang telah beliau tanamkan di Kobar akan selalu kami lanjutkan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kobar juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar segala amal dan pengabdiannya diterima serta mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepergian beliau diharapkan tidak menghentikan semangat bersama dalam menjaga kelestarian alam.
“Selamat jalan Ibu Birute Galdikas, terima kasih atas segala dedikasi dan cinta yang telah diberikan kepada bumi, khususnya bagi hutan dan orangutan di Kalimantan,” tutup Suyanto.(ad).








