oleh

Wartawan Liputan LABUSEL gelar Aksi ke Kantor Bupati

LABUSEL,LINTAS10.COM- Empat jam kantor Bupati lumpuh akibat ratusan kuli tinta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Labusel (FKWLS) berorasi di pintu gerbang masuk perkantoran Bupati meminta transparansi dana publikasi, insentif  tahun 2019 di jalinsum Desa Sosopan Senin (9/02/2020).

Lebih kurang tiga jam Kordinator FKWLS berserta teman-teman wartawan berorasi di depan pintu gerbang tak satupun pejabat intansi yang terkait menanggapi apa lagi Sekretaris Daerah Zulkifli.

Saat itu terlihat Kakan KesbangPol Zulkarnaen emosi pada pedemo dan ingin membubarkan ratusan pedemo yang sudah berkerumun di pintu gerbang kantor Bupati.

Sekita itu terjadi sedikit insiden antara kakan kesbang dengan wartawan, namun dapat diamankan setelah Kakan Kesbang pergi menuju kantor Bupati tuk berkordinasi dengan Sekda.

Lagi-lagi demo tak ditanggapi walaupun Kompol Darwin Ginting Kapolsekta Kotapinang telah bersusah payah memberi pengertian kepada pedemo bahwasanya Sekda sedang tidak berada dikantor sedang melakukan Musrembang Kecamatan di Langga Payung.

Namun ratusan pedemo tidak percaya Sekda tidak berada dikantornya dan akhirnya pedemo masuk dari samping portal karena portal yang ada dijaga ketat oleh SatpolPP dan pihak Kepolisian.

Lagi-lagi setelah pendemo di depan pintu masuk kantor Bupati Labusel lantai satu pintu kaca telah digembok dari dalam, dengan artian pintu tidak boleh dibuka.

Tak habis akal pendemo masuk melalui tangga lantai dasar, disitupun sudah dipagar betis oleh pihak SATPOL PP.

Korlab Porkot  Pulungan menyatakan pihak Pemkab telah melanggar UU Pers no 40 tahun 1999 untuk komfirmasi kepada narasumber.

Selanjutnya Choir Nasty juga mengatakan kenapa mereka (Sekda) takut mendatangi pedemo, berarti dengan tanda kutif menduga sirkulasi berokrasi kepemerintah Kabupaten Labuhanbatu  Selatan dibawah kepemimpinan H. Wildan Aswan Tanjung SH, MM dan kandidat DR sangat bobrok.

Baca Juga:  Warga Kampung Jawa Ujung Resah,Kursi Hilang Transaksi Narkoba Hilir Mudik

“Kami minta Bupati copot kedinasan Sekda Zulkifli harus dinonaktifkan bila perlu ditukar,” katanya.

Intinya Bupati Labusel bersama Sekdanya harus mempertanggung jawabkan dana Publikasi dan insentif yang indikasi rahib tak berbekas.

Rasa kesal ratusan pendemo akhirnya bergerak ke kantor DPRD Jalinsum kampung Badage Kelurahan Kotapinang.

Ratusan wartawan merasa lega saat pimpinan dewan H.Zainal Harahap bersama anggotanya H. Sutiman mendatangi pedemo.

“Kita akan panggil Sekda, Humas dan Komimfo untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Kamis dan meminta mereka untuk transparan mengenai dana publikas dan insentif wartawan,” ujar Ketua DPRD.

H. Zainal memanggil Setwan dan langsung memerintahkan agar membuat surat untuk mereka agar hadir hari Kamis dan langsung ditandatangani oleh politisi PDI Perjuangan tersebut.

Setelah mendapatkan salinan surat panggilan untuk RDP, ratusan wartawan yang tegabung di FKWLS bubar secara teratur. (Candra Siregar)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan