Provinsi Sumut Sabet Peringkat Ke Enam Kasus Judi, Situasi Diperparah Pasca Togel Aseng Kayu Merambah Ke Pelosok -pelosok Daerah

Lintas SUMUT12 kali dibaca

SUMUT, Lintas10. Com – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih bertengger di urutan ke enam kasus perjudian berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024. Sumut menduduki peringkat keenam provinsi dengan aktivitas judi online maupun judi konvesional terbesar di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menyoroti tingginya kasus judi online di Provinsi Sumatera Utara.

“Di sini, judi online-nya masih tinggi. Berdasarkan data PPATK 2024, Provinsi Sumut merupakan 6 besar untuk judi online terbesar di Indonesia,” ujar Meutya saat berkunjung ke Universitas HKBP Nommensen, Kota Medan, dilansir dari Kompas.

Situasi ini bertambah buruk pasca kurangnya perhatian kepolisian setempat dalam melakukan tindakan maupun pencegahan. Dampak negatif dari peredaran perjudian Toto Gelap (Togel) di kalangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin diabaikan dan dianggap hal wajar menyusul persoalan ini disampaikan kepada Kapolres Sergai AKBP Jhon Rakutta Sitepu melalui Kasat Reskrim Iptu Binrod Situngkir, akan tetapi sampai berita ini diturunkan redaksi pihak kepolisian setempat belum memberikan tanggapan resmi.

Dikonfirmasi kembali hal ini kepada Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Maaruh akan tetapi hingga berita ini diterbitkan oleh Redaksi, Ricko Taruna Maaruh juga belum memberikan tanggapan resmi

Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) masih terkesan fasif tanpa action setelah dilaporkan maraknya judi togel Aseng Kayu yang kian mengancam Keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas) di wilayah ini.

Secara nyata dan berbagai kasus yang terjadi atas dampak kecanduan bermain judi togel menimbulkan dampak negatif yang signifikan serta merongrong berbagai aspek kehidupan, baik bagi individu yang mengalami kecanduan, keluarga, maupun lingkungan sosial.

Baca Juga:  Perjudian Meja Ikan - ikan Diduga Dikelola Oknum Berambut Cepak, "Marak" Di Medan Tuntungan!

Sebagaimana diutarakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) penjual nasi uduk di Kabupaten Sergai (Serdang Bedagai) sebut saja namanya Wak Uteh mengisahkan perjalanan rumah tangganya yang kelam pasca suaminya terbius candu judi togel.

Wak Uteh menggambarkan betapa dasyatnya candu bermain judi bagi penikmat perjudian yang berharap iming – iming menang dengan jalan pintas ekspres agar cepat kaya raya. Padahal, pecandu judi menjadi latah dan lupa akan tanggungjawab dirumah seperti biaya dapur maupun biaya anak sekolah menjadi terabaikan dan dipertaruhkan ke arena judi togel.

” Sejak setahun belakangan ini, suami tak pernah memberi nafkah, habis semua untuk modal bermain judi togel. Jualanlah biar bisa menyambung hidup ” sesal Wak Uteh mengawali cerita kelamnya, Kamis (29/01/2026).

Jeritan warga bukanlah cerita dongeng semata melainkan fakta lapangan bahwa peredaran judi togel Aseng Kayu semakin menjamur di Wilayah Hukum (Wilkum) Polda Sumatera Utara tak tersentuh oleh hukum. Informasi diperoleh perjudian dapat berjalan mulus atas adanya campur tangan oknum polisi berinisial BD yang disebut – sebut bertugas sebagai Kepala Tim (Katim) di bidang Jatanras di salah satu Mapolres jajaran Polda Sumut.

Informasi ini sebelumnya diperoleh dari sumber yang layak dipercaya yang meminta namanya agar dirahasiakan wartawan demi keamanan.

Sumber menyebutkan bahwa, bandar togel Aseng Kayu sudah sangat familiar di petinggi – petinggi Polda Sumut.

” Saya pikir bukan rahasia umum lagi kalau togel Aseng Kayu tidak diketahui pihak Polda Sumut. dan Bahkan BD itu oknum yang ada di pusaran judi togel Aseng Kayu ” ujar sumber yang mewanti wanti namanya agar dirahasiakan itu.

Penyampaian oleh sumber ini sejalan dengan hasil investigasi kru media ini sebelumnya, yang menemukan praktik peredaran judi togel Aseng Kayu yang sudah semakin terang – terangan beredar di kalangan masyarakat.

Baca Juga:  Seorang Bocah di Dairi Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Kesayangannya !

Terpantau, di sejumlah kedai kopi di seputaran Jalan Besar Pasar Bengkel, Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kupon – kupon to_gel “berserak” di meja. Tidak hanya itu, hasil rekapan dalam satu tahun juga tersusun rapi diatas meja dilengkapi buku tafsir mimpi.

Informasi diperoleh, kordinator judi togel Aseng Kayu di wilayah ini dikomandoi oleh seorang pria berinisial nama Erik Siahaan. Penegasan itu disampaikan warga sesaat dilakukan wawancara secara eksekslusif.

” Disini bandar togelnya bendera Aseng Kayu. Kordinator yang mengatur Jurtul bekerja dilapangan bernama Erik Siahaan ” sebut warga yang enggan menyebutkan namanya itu.

Tambahnya, judi togel Aseng Kayu bukan saja marak di daerah Sergai saja melainkan juga sudah merambah di Kota Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan Kota Siantar.

Keterangan lainnya diperoleh dari keterangan salah satu Jurtul (Juru Tulis) yang diwawancara wartawan secara eksklusif sebut saja namanya Budi menerangkan bahwa ia mendapat upah dari bandar sebanyak 20 persen.

” Kami menulis togel ini sudah menjadi mata pencarian bang, karena aman kata toke kami nggak ditangkap polisi, maka kami berani. Biasa kami dapat 20 persen dari penjualan per 3 kali putaran dalam sehari ” ujar Budi kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, peredaran judi togel Aseng Kayu dengan tiga kali putaran yakni Hongkong pada pagi hari, Sidney siang hari, dan Singapore pada sore hari hingga batas waktu pengumpulan nomor yang akan di undi sampai batas pukul 22.15 Wib.

Sangkin nyamannya warga melakoni usaha yang bertentangan dengan aturan hukum maupun aturan agama itu, di daerah Sergai tepatnya di Sei Rampah dalam satu Dusun saja juru tulis togel ditempatkan sebanyak 7 orang banyaknya.

Baca Juga:  Debat Kedua Paslon Wali Kota/Wakil Wali Kota Digelar 16 November, Ini Temanya

” Dalam satu tukang tulis satu putaran mau mencapai satu jutaan lebih, dibagilah 20 persen sama kami. Disini Juru tulis saja ada 7 Jurtul. Belum lagi didesa yang lain” bebernya.

Informasi dirangkum, peredaran judi togel sudah terstruktur, mulai dari kordinator lapangan hingga oknum loreng sebagai pengawas hingga warga benar – benar yakin dan tak takut sangsi hukum. Perpanjangan tangan bandar besar logo togel Aseng Kayu di wilayah ini bernama Erik Siahaan ujar warga. Untuk bagian pengawas oknum loreng bernama Hendra terangnya.

Erik Siahaan dibeberkan warga yang berurusan dengan puluhan Jurtul, namun Jurtul tidak pernah berkomunikasi langsung dengan bandar logo togel Aseng Kayu.

Menariknya diceritakan warga, bahwa dulu sebelum bergabung logo togel Aseng Kayu, warga sudah menjadi Jurtul Togel dengan bandar yang berbeda merek Oppung (DM). Akan tetapi belakangan setelah merek Aseng Kayu masuk, seluruh Juru tulis tersebut ditakut takuti agar beralih, kalau tidak, warga yang masih nekat menulis togel dengan bandar yang lama maka akan ditangkap polisi.

Ironisnya, ancaman tersebut cukup membuat Jurtul yang lama ciut dan bergabung dengan bandar yang baru logo Aseng Kayu.

Warga menerangkan bahwa sejak togel logo Aseng kayu mulai marak di wilayah ini belum pernah kepolisian setempat melakukan razia.

” Sejauh ini masih amanah belum pernah di razia. Bahkan bulan puasa pun tetapnya buka togel disini ” ujar warga. (RED/TIM).







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses