Warga Parlilitan Humbahas Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Air Bersih, Pengelolaan UPT SPAM Empat Bulan Terakhir Tuai Sorotan

Lintas SUMUT58 kali dibaca

HUMBAHAS, Lintas10.com – Empat bulan belakangan ini warga Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan keluhkan kesulitan air bersih. Hal ini dikatakan warga akibat buruknya pelayanan oleh oknum pihak Unit Pelaksana Teknis Sistem Penyediaan Air Minum (UPT SPAM) Humbang Hasundutan (Humbahas) Sumatera Utara (Sumut).

Empat bulan, bukanlah waktu yang singkat, terhitung dari bulan Oktober, November, dan Desember, 2025 serta Januari 2026 warga harus berjuang untuk mendapatkan air bersih layaknya kembali ke era tahun 45 dimana bangsa Indonesia dijajah oleh Kolonial Belanda.

” Payah kali air di wilayah kami ini, terkhusus di Dusun Tornauli, Dusun Simaho, Dusun Silali ini, mulai Oktober hingga Desember 2025 air mati total. Inilah beberapa hari ini sudah mulai air hidup lagi dan itupun airnya sangat kecil ” ucap warga, Jumat (23/01/2026).

Tambah warga, tagihan tetap berjalan setiap bulannya meskipun air bersih kadang jalan kadang mati. Mirisnya lagi, ditengah warga masih “terseok seok” untuk mendapatkan air bersih, namun pihak UPT SPAM tetap melakukan pemasangan jaringan untuk pelanggan yang baru.

Ironisnya, dituturkan warga Dusun Tornauli sebagian warga wajib menggunakan pompa air agar mendapatkan air bersih. Hal ini kata warga, akibat tempat pemukiman yang berada di lereng gunung sementara pipa air diposisikan di bawah pemukiman, sehingga warga wajib menggunakan mesin pompa yang dibeli secara mandiri untuk bisa menikmati air bersih.

” Kami bermukim di lingkungan bawah gunung jadi wajib menggunakan pompa air. Khusus Dusun Tornauli pemukiman tingkat ll dan lll dapat air biasanya pada malam hari. Jika butuh air pada pagi hari, air selalu mati ” ujar BR membeberkan kepada Wartawan keluh kesahnya sembari meminta namanya agar disamarkan.

Baca Juga:  Oknum TNI Satuan Raider 100 Pukuli Warga Hingga Nyaris Tewas, Danyon Raider 100 Benarkan Anak Buahnya Main Hakim Sendiri!

Pembagian air bersih yang tidak merata menjadi “momok” ditengah – tengah masyarakat. Pasalnya, sebagian pemukiman warga ada airnya yang lancar mulai pagi hingga malam hari, sebagian lagi ada yang dapat air bersih hanya pada malam hari saja dan itupun harus menggunakan mesin pompa penyedot air.

Tambah warga lainnya, mengatakan bahwa kendala air bersih di wilayah ini kerab terganggu akibat tidak pekanya petugas UPT SPAM Humbahas menyiasati hulu sungai aek si monggo yang kerab dilanda banjir.

” Penempatan pipa pengambilan air itu kurang tepat, karena ditempatkan di sungai yang berposisi lurus. Maka sewaktu banjir pipa gampang sekali tergerus banjir. Seharusnya pipa ditempatkan di lokasi yang ada bendungannya sebagai penghalang banjir ” kritik warga lainnya.

Dikonfirmasi persoalan ini kepada Kepala UPT SPAM Humbahas Nansen Manalu soal keluhan warga atas adanya tagihan padahal air bersih kadang mati kadang hidup namun tagihan tetap berjalan, menanggapi hal itu Nansen Manalu mengklaim bahwa tagihan berlaku sesuai meteran pelanggan.

” Soal tagihan itu dari meteran dari pelanggan masing – masing, jika air tidak lancar berarti meteran tidak mencatat” sanggahnya.

Nansen Manalu juga menanggapi kritikan warga atas penempatan pipa pengambilan air dihulu sungai yang sering tergerus banjir. Nansen menyebut hal ini akan menjadi perhatiannya untuk dilakukan kajian kembali.

” Banjir simonggo ada dua kali, pipa dihulu sungai tergerus banjir jadi kami lakukan perbaikan. Kadang 2,3 hari air menjadi terkendala ” kata Nansen menjelaskan.

Disinggung, air bukan terganggu dua atau tiga hari saja sebagaimana dikeluhkan warga, melainkan berbulan bulan dikeluhkan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Nansen Manalu menyebut akan mencatat terlebih dahulu persoalan warga tersebut ujarnya.

Baca Juga:  Viral, Surat Terbuka Anggota Purnawirawan Polri Laporannya Dihentikan (SP3) di Polres Labuhan Batu Disebut - sebut Gegara Kapolres Terima "Upeti"

Tahun ini kita adakan pengoptimalan. Untuk mengantisipasi pipa air di hulu akan dikaji untuk antisipasi pipa tergerus di hulu sungai.

Diakhir penyampaiannya, Nansen juga mengucapkan terimakasih atas masukan dan kritikan dari warga, menurutnya, persoalan ini menjadi catatan untuk evaluasi ke depan kata dia.

Pihak UPT SPAM Humbahas memiliki tugas pemeliharaan air bersih, selain di Kecamatan Parlilitan ada 6 Kecamatan lagi menjadi fokus pihak UPT SPAM Humbahas. Terlebih sejumlah Kecamatan yang terimbas banjir beberapa waktu lalu. “Jadi fokus kami terbagi. Mohon maaflah hal – hal keluhan masyarakat akan kami tindaklanjuti” tutupnya (Ly. Tinambunan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses