Warga Resah Perlakuan Arogan Kepala Desa Helvetia Deliserdang, Mulai dari Membentak Hingga Menganiaya Warga

Deliserdang2,581 kali dibaca

Lintas10.com, Deliserdang – Warga Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan perlakuan Kepala Desa mereka yang dinilai kerab berlaku arogan terhadap warga.

Sejumlah warga yang enggan dipublikasikan namanya menuturkan perlakuan Kepala Desa Helvetia Guntur Limbong tidak mencerminkan seorang pejabat pemerintahan yang mengayomi masyarakat.

Bermula dari proyek Perumda PDAM Tirtanadi Sumut dilingkungan pemukiman warga yang dinilai cukup mengganggu aktivitas warga. Pasalnya, jalan akses menuju rumah mereka telah dipenuhi lumpur.

Warga yang keberatan pun berinisiatif melakukan demo. Melihat keresahan warga tersebut, Kepala Desa Guntur Limbong malah keberatan seolah tidak senang warga melakukan aksi protes.

” Kepala Desa itu patut diduga membela pemborong proyek, dan bukan membela warga yang telah sengsara akibat lumpur dipemukiman warga ” terang warga kepada kru awak media, Kamis (28/12/2023).

Tambahnya, kalimat – kalimat yang tak pantas kerab dilontarkan Guntur Limbong kepada warganya itu layaknya pemerintahan yang diktator.

Informasi lainnya dibeberkan, bahwa warga atas nama Henry Panca Wisuda Simanjuntak, penduduk Dusun IV Jalan Balai Desa Gang Horas Sunggal, Deli Serdang, juga diduga dianiaya Kepala Desa Helvetia Guntur Limbong.

Korban pun sempat melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepolisian setempat dengan bukti tanda lapor Nomor STTLP /B/3975/XI / Yan 25/ 2023/SPKT Restabes Medan / Polda Sumut.

Informasi lainnya juga pernah terjadi aksi arogansi Kepala Desa Guntur Limbong “membentak” warga mengatai warganya tidak mempunyai otak pada bulan November kemarin.

Persoalan sikap Kepala Desa yang dikeluhkan saat itu perihal persoalan jamban.

Warga yang melihat aksi arogan sang Kepala Desa pun sempat mengabadikan aksi tersebut berupa video berdurasi 1 menit 9 detik. Dalam video tersebut sebagaimana dilihat wartawan, bahwa benar adanya Kepala Desa Helvetia Guntur Limbong berlaku kasar terhadap warganya. Selain kata makian yang dilontarkan, juga menunjuk – nunjuk ke arah warganya. Berikut cuplikan kalimat dalam video tersebut :

Baca Juga:  Wajah Penegakan Hukum di Wilkum Polsek Sibiru - biru " Buram," Mampukah Kombes Hendria Lesmana Memperbaikinya?

“Trus yang kedua kau katakan tadi babi ya. Kau nggak terima tadi, kau bilang sudah penuh, bodat, pake otak kau. Ada mobil sexi tank, kalau memang kau perlu kau panggil saya, gak perlu pakai jasa. Kalau penuh sexi tanknya disedot iya ” ucap Kades Helvetia Guntur Limbong dengan menepuk bahu warganya dengan keras.

” Jangan kau bilang aku mukul iya, heh tadi kau bertanya sexi tank kau penuh, pakai otak kau. Kau tandai saya, saya tak terima kau. Pake otak kau, kemana sexi tank ” ucap Kades.

Selanjutnya ditimpali warga lainnya, kau kan kepala desa ucapnya.

Warga lainnya, yang menjadi narasumber media ini yang meminta namanya agar tidak dipublikasikan mengutarakan, bahwa kepala desa helvetia sudah kerab berlaku arogan.

” Melihat gaya dia memimpin desa kami ini, yang kasar, patut diduga perlakuannya mirip seperti pengguna narkoba. Bisa juga dites urin itu oleh Polisi ” beber warga.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Helvetia Guntur Limbong mengklaim bahwa tindakannya sudah benar dan membantah ia arogan.

“Tidak benar bapak/ibu, faktanya mereka membuang limbah kotoran ke sungsi atau ke parit.. jadi saya arahkan untuk membuat sexytank. Kalau arogan saya kembali bertanya saya arogan yang mana dan warga yang mana yang mengatakan saya arogan. jumpa kan saya sama orangnya biar jelas dan tolong kalau ada perkataan warga tolong konfirmasi ke 2 belah pihak. Saya somasi 3 hari apabila tidak ada kelanjutannya saya akan tindak lanjuti” ancamnya.

Terkait pemberitaan wartawan juga Kepala Desa Helvetia Guntur Limbong mengancam wartawan untuk dilaporkan ke Polisi ujarnya.

” Sudah cukup buktinya untuk buat lampiran polisi.. terima kasih bos q. Saya tidak pernah mengancam. Tapi mengigatkan manusia pemberani. jangan nangis di balik jeraji besi,” tulisnya bernada pengancaman kepada kru awak media. (Tim).

Baca Juga:  Diduga Terima Upeti dari Wagimun, PN Lubukpakam Kangkangi Putusan Mahkamah Agung Eksekusi Sengketa Tanah di Deliserdang 

 











Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses