Terkendala Tidak Miliki Sertifikat Pelabuhan Telan Dana 48 Miliar Terhenti

lintas10.com (Bagansiapaiapi)- Sampai sejauh ini, belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan pelabuhan internasional yang berada di Batu Empat tepi laut Bagansiapiapi.

Padahal, DPR melalui Kementrian Perhubungan, telah menyetujui pembangunan pelabuhan internasional ini dengan nilai sebesar Rp 48 miliar dibangun secara bertahap.

Tahap pertama 2015 kemarin, Kementrian Perhubungan melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bagansiapiapi sudah mengadakan proyek pembangunan fasilitas pelabuhan disini.

Proyek dengan nomor kontrak PL 008/1/1/KSOP/BAA/2015 ini melalui dana APBN sudah dikucurkan dana sebesar Rp 11.235.040.000 (Sebelas miliar dua ratus tiga puluh lima juta empat puluh ribu) yang dikerjakan oleh PT Mahakarya Tunggal Abadi kontraktor asal Surabaya selama 90 hari kerja pada 2015 kemarin.

Pantauan dilapangan, Kamis (18/2/16) proyek pembangunan fasilitas dengan harga 11 miliar lebih itu baru hanya sekedar jalan pelabuhan menuju tempat bongkar muat barang nantinya. Puluhan potong pipa baja berukuran besar, juga terlihat masih banyak tersandar diatas jalan itu.

Mappeati, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bagansiapiapi saat dikonfirmasi mengatakan, tahun 2016 ini pembangunan pelabuhan itu tidak bisa dilanjutkan karena lahan yang akan dibangun seluas enam hektar tidak memiliki sertifikat tanah dari Badan Pertahanan Nasional (BPN).

“2015 kemarin dananya ada 48 miliar, tapi sertifikat lahan tak ada, DPR pusat tak mau lanjutkan karena syaratnya kurang lengkap,” ungkap Mappeati dengan logat khas Sulawesinya itu.

Dijelaskan Mappeati, pembangunan pelabuhan internasional ini sudah mulai diproses sejak bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih dijabat oleh Annas Maamun. Bupati Annas Maamun, berkeing kuat untuk membuat pelabuhan internasional dan bandara di Rohil.

Baca Juga:  Siaga Serangan Teror, Polsek Katingan Kuala Gelar Sispam Mako

Komentar