Peristiwa Kekerasan Terjadi di Bengkalis Riau, Akibat Utang Piutang Anak dibawah Umur Ditahan dan Disiram Air Panas!

lintas Daerah204 kali dibaca

Lintas10.com, Bengkalis – Aksi kekerasan menimpa anak dibawah umur di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Korban nahas itu berinisial nama IDG (13).

Peristiwa yang menimpa anak dibawah umur itu mendapatkan luka yang serius, seperti kaki dan tangan melepuh akibat disiram air panas.

Keluarga korban, Soja Arisman Gulo menerangkan kepada wartawan bahwa awalnya terduga pelaku berinisial ISL menahan adiknya IDG akibat hutang piutang.

” Peristiwa ini dipicu hutang piutang orang tua saya sebanyak 8 juta rupiah. Dan awalnya orang tua kami tinggal satu rumah dengan terduga pelaku di perkebunan kelapa sawit ” ucapnya, Kamis (23/03/2023).

Akibat hutang piutang ini pulalah adik saya IDG sempat ‘disandera’ selama sepuluh hari lalu disiram menggunakan air panas.

Soja Arisman Gulo mengisahkan akibat peristiwa penyiraman air panas tersebut adiknya diselamatkan oleh tetangga bermarga Gulo.

” Adik saya yang sudah disiram air panas di tolong oleh tetangga karena kasian dan dibawa berobat” kata Soja.

Buntut hutang piutang tersebut ternyata sudah berkepanjangan. Berbagai skenario telah dibuat agar Soja Arisman Gulo sebagai tulang punggung orang tua datang untuk menanggungjawabi hutang piutang tersebut.

Sebelum penyanderaan adik saya terjadi, pernah ada seorang kepercayaan pemborong kerja atau SPK berinisial NDR menghubungi saya dan mengatakan orang tua saya sudah meninggal katanya menirukan ucapan orang yang bertelpon itu.

“Pernah ada yang bertelepon, kalau kamu tidak datang kami akan segera menguburkan jenazah orang tuamu, saat itu pukul 15.00 wib, sambil mendesak agar saya segera ke Kecamatan Bukit Batu.”

Setelah Soja Arisman Gulo bergegas pergi karena orang tuanya dikabarkan sudah meninggal dunia. Sesampainya di sana Soja bertanya kepada orang yang berada di Afdeling 1 MMJ, menanyakan apakah benar orang tua saya atas nama Meriana Gulo meninggal dunia. Lalu dijawab warga tersebut belum ada kami dengar, biasanya jika ada orang yang meninggal dunia di umumkan lewat Orari maupun lewat henpon kata dia.

Baca Juga:  Kadis Perhubungan Padang Sidempuan Menghimbau Warga untuk Mendukung Dinas Perhubungan terkait Parkir Liar

Komentar