Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Masyarakat Seruyan Keluhkan Mahalnya Gas 3 kg Elpiji

Masyarakat Seruyan Keluhkan Mahalnya Gas 3 kg Elpiji

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng)-Mayarakat Seruyan, di Kuala Pembuang, Muhamad, mengharapkan agar PT Pertamina menggelar Penyaluran Langsung Tepat Sasaran (PLTS) ‎Untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Seruyan, kususnya pada di ibu kota kuala pembuang yang dimana selama ini terus terjadi.

Pertamina mengerahkan kepada agen resmi LPG, untuk melakukan pelayanan PLTS atau operasi pasar di lokasi lokasi tersebut”. Dimana lantaran dikarenakan banyaknya dengan masyarakat yang mengeluh disebabkan seringnya pada kesulitan untuk mendapatkan gas bersubsidi itu. Selain itu juga, harga yang dijual pada dengan lumayan jauh lebih tinggi dari harga eceran tertingginya ( HET) yang sudah ditetapkan.

Selain itu, peran serta unsur dari pemerintah juga halnya sangat penting, dimana keharusan dan dengan sudah saatnyalah untuk bertindak tegas. Baik terhadap Agen maupun Pangkalan yang masih saja melakukan kegiatan dan perbuatan yang melanggar aturan. Tindakan berupa pencabutan izin, maupun pidana yang diambil. Jangan mentang merasa kaya dan banyak uang, semua bisa dapat dibeli dan dinilai dengan uang.

Dari informasi yang dihimpun lintas10.com selama ini, Pengelolaan Elpiji 3 kg begitu cukup memprihatinkan. Hampir sepanjang tahun, dengan tak pernah sepi dari beragam masalah seperti distribusi, harga, dan dugaan adanya penyelewengan.

Ia juga mencatat, konsumsi elpiji 3 kg telah melonjak naik akibat adanya kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kg. Menurutnya, hal itu mempengaruhi kelangkaan elpiji subsidi 3 kg di kalangan masyarakat. Bahkan, di tengah situasi demikian Pertamina masih mengalami keterlambatan pemasokan.

“Kenaikan harga dan kelangkaan Elpiji pasti akan menambah beban ekonomi bagi masyarakat, karena di sisi lainnya harga harga komoditas pangan juga telah mengalami kenaikan cukup signifikan saat ini,” ujarnya.

Ia meminta Pertamina membuat rumusan yang lebih terintegrasi dalam melaksanakan pengawasan alur distribusi. Ia mengakui Pertamina telah melakukan inventarisasi permasalahan elpiji. Hanya saja, menurut Muhamad, hal itu ternyata masih tidak sejalan dengan realitas di lapangan yang belum memuaskan.

“Karena secara nyata, harga distribusi yang diserahkan ke agen telah membuat konsumen mendapatkan Elpiji yang lebih mahal,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk Pengawasan harus tetap ada. Dimana ini untuk menghindari penyimpangan dan harga yang tidak sesuai ketentuannya tersebut,” tambahnya. (Fathul Ridhoni)


Baca Juga

POLRES KOBAR Terima Penghargaan Dari MENPAN RB Republik Indonesia

Kotawaringin Barat, Lintas10.com- Dipenghunjung tahun 2018 Polres Kotawaringin Barat dapat berbangga karena memperoleh penghargaan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.