Home / Politik / Ketua Pansus Marudut Pakpahan Laporkan Kinerja Pansus Di Paripurna DPRD Siak, Ini Hasilnya…

Ketua Pansus Marudut Pakpahan Laporkan Kinerja Pansus Di Paripurna DPRD Siak, Ini Hasilnya…

SIAK, lintas10.com- Rapat paripurna anggota DPRD Kabupaten Siak digedung panglima gimbam dihadiri Ketua DPRD Siak Indra Gunawan SE dan 32 anggota DPRD Siak, Bupati Siak Drs Syamsuar, wakil Bupati Siak Drs Alfedri, unsur pimpinan daerah Siak, Kadis, Kabag, Kaban di Pemerintahan Daerah Siak. Senin (7/8/2017) dengan agenda penyampaian laporan kinerja panitia khusus DPRD Kabupaten Siak tahun 2017 terhadap rancangan peraturan Daerah Kabupaten Siak tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Daerah tahun anggaran 2016.

Laporan yang di sampaikan Marudut Pakpahan itu menyampaikan Pansus LPJ setelah melakukan kajian dan telaah terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Siak secara menyeluruh, dengan demikian pansus LPJ mengucapkan selamat kepada pemerintah Kabupaten Siak yang masih dapat mempertahankan hasil opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangannya yang keenam dan tahun pertama penerapan akuntansi Pemerintah berbasis aktual.

“Ini merupakan salah satu indikator transparansi yang baik bagi kinerja Pemerintah Kabupaten Siak dalam pengelolaan keuangan daerah dan diharapkan kedepan predikat penilaian WTP ini masih dapat dipertahankan,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Lanjut nya menelaah kondisi keuangan, dari hasil kinerja laporan keuangan apresiasi patut untuk disematkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak yang telah berhasil merealisasikan pendapatan Daerah walaupun realisasi pendapatan secara keseluruhan tidak dapat dicapai sesuai target yang telah ditetapkan.

“Bila dilihat pada masing-masing jenis pendapatan persentase Realisasi terendah adalah pendapatan asli daerah, target Rp 325,644 milyar hanya terealisasi sebesar Rp 164,325 miliyar atau sebesar 50,46 persen penyumbang terbesar tidak tercapainya target PAD adalah pajak daerah dari target Rp 223.035 miliyar hanya terealisasi Rp 65,263 milyar atau terealisasi sebesar 29,26 persen,” kata Marudut dihadapan peserta sidang.

Bila dicermati secara seksama pajak yang pencapaian target terendah adalah pajak air tanah dari target Rp 123,430 miliyar hanya terealisasi sebesar Rp. 10,470 miliyar.

“Pencapaian target yang rendah i ni menurut hemat kami karena penetapan target pajak air tanah yang terlampau besar.bila kita lihat kebelakang pada tahun 2015 pencapaian realisasi pajak air bawah tanah hanya sebesar Rp.2,487 miliyar.untuk itu, kedepannya perlu ditingkatkan kembali,” kata wakil rakyat daerah pemilihan Tualang itu.

Secara umum kata Marudut setelah pansus melakukan berbagai upaya dalam menelaah lebih mendalam lagi terhadap Ranperda tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Siak tahun anggaran 2016, masing-masing OPD sangat memuaskan, hal ini bisa terlihat dari minimnya temuan BPK dan tingginya realisasi APBD.

“Pada tahun 2016 realisasi belanja hanya mencapai 85,02 persen yaitu sebesar Rp.1,267 Triliun lebih dari target Rp 1,491 Triliun lebih padahal pada tahun 2015 realisasi serapan belanja mencapai 92,02, tahun 2014 (89,27) persen, 2013 (85,2)persen, dan 2012 (87,31) persen. Sangat disayangkan, penurunan persentase realisasi anggaran belanja dari tahun ke tahun sebelumnya justru terjadi ketika pendapatan daerah turun. Seharusnya realisasi penyerapan anggaran bisa lebih besar karena anggaran yang terbatas,” kata Marudut.

Dikatakan Marudut, meminta jajaran berkaitan dengan RSUD realisasi pendapatan secara keseluruhan sebesar 77,66 persen yang mana mengalami penurunan dari anggaran setelah perubahan yang berjumlah sebesar Rp 32 miliyar dengan penurunan sebesar Rp 7,149 miliyar lebih. Untuk belanja daerah terealisasi sebesar 82,37 persen dengan rincian untuk belanja langsung sebesar 81.63 persen, sedangkan untuk belanja tidak langsung terealisasi anggaran sebesar 84,81 persen. Sedangkan berkaitan dengan realisasi fisik untuk belanja langsung adalah sebesar 94,83 persen, dan realisasi keuangan sebesar 81,46 persen, selain itu untuk realisasi fisik belanja tidak langsung sebesar 100 persen dan realisasi keuangan sebesar 84 persen.

“Yang menjadi catatan Pansus dalam hal ini, adalah berkaitan dengan program standarisasi pelayanan kesehatan Rumah Sakit,khususnya pada penyusunan standar pelayanan rumah sakit yang hanya terealisasi sebesar 3,87 persen. Tentunya kedepan pansus berharap lebih ditingkatkan kembali penggunaan anggaran itu,” kata Marudut.

Lanjut Marudut, terkait dengan kinerja BUMD seperti yang telah terlihat bahwa semua yang berada dibawah kendali Pemerintah Kabupaten Siak (PT.BSP, PT.PERSI, PT.SPS, PT.SPE,PT.KITB) pada tahun 2016 terjadi penurunan kontribusi kepada pendapatan asli daerah.

PT.Bumi Siak Pusako (BSP) yang selama beberapa tahun belakangan ini adalah BUMD yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan asli daerah pada tahun 2016 walaupun PAD yang disumbangkan oleh PT.BSP melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 34 miliyar, namun jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya sangat jauh berkurang. Permasalahan yang dihadapi oleh PT.BSP adalah menurunya harga minyak dipasaran Internasional, dan menurunnya produksi minya yang diproduksi oleh perusahaan itu. Tidak dapat melakukan eksplorasi minyak sumur baru karena setiap sumur baru harus mendapatkan izin dari SKK migas. Sementara SKK migas baru bisa mengizinkan jika harga minyak dipasaran internasional sebesar U$ 60 perbarel.

PT.PERSI, pada tahun 2016 memperoleh laba sebesar Rp 1,399 miliyar jika dibandingkan tahun sebelumnya terjadi penurunan laba sebesar 17,74 persen, penurunan ini disebabkan menurunnya pendapatan sebesar 2,66 persen dibandingkan tahun 2016 serta meningkatnya beban sebesar 1,72 persen, permasalahan yang dihadapi PT.PERSI ini adalah masih mengalami kendala dalam penyelesaian kredit macet.
Permasalahan lain yang dihadapi PT.PERSI dikebun Siak 1, masih terdapat sejumlah lahan yang belum memiliki dan ada pula lahan yang sudah bersertifikat berpotensi untuk dilakukan perubahan sertifikat sebagai akibat adanya perubahan kebijakan tentang penetapan petani dan luasan lahan kebun program.

Selanjutnya pada kebun Siak II pada saat diserahkan kepada PT.PERSI berada dalam kondisi belum selesai dibangun sehingga tidak dapat secara langsung dilakukan konversi. Sampai akhir tahun 2016 masih terdapat di 4 kebun di empat kampung yang belum memiliki keputusan Bupati Siak tentang CPCL. keempat kebun itu adalah kebun kampung olak, kebun kampung teluk lancang, kebun kampung Merempan Hulu, kebun kampung Rawang Air Putih, sementara untuk 3 kebun lainnya yaitu kebun kampung Kotoringin, kebun Kampung Paluh, kebun Kampung Benteng Hulu, masih perlu dilakukan perbaikan dan perubahan keputusan Bupati tentang CPCL.

Berkaitan dengan PT.SPS yang merupakan BUMD yang mengalami perubahan status dari PD menjadi PT. pada tahun 2016 mengalami peningkatan kinerja dari Rp 62 juta menjadi Rp 105 juta. Namun jika dibandingkan dengan aktiva yang dimiliki sebesar Rp.22, 71 miliyar belumlah sebanding. Permasalahan yang dihadapi oleh PT.SPS masih banyaknya piutang yang tidak tertagih mulai dari tahun 2010-2012.

Untuk PT.SPE, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Siak yang bergerak dibidang pertambangan dan energi juga mengalami penurunan kinerja.permasalahan yang dihadapi oleh PT.SPE adalah masih terbatasnya ruang lingkup usaha, sementara usaha dibidang pertambangan semakin sempit, akibat menurunya harga minyak.permasalahan yang lain adalah masih terbatasnya sumberdaya manusia yang sertifikat LKPP.

Sedangkan untuk PT.KITB, kinerja yang diperoleh selama 2 tahun terakhir mengalami kerugian.permasalahan yang dihadapi oleh PT.KITB adalah tanah yang akan dilepas atau dihibahkan kepada kementerian perhubungan terdapat aset PT.KITB. dan masih ada potensi tanggung jawab akibat pinjaman anak perusahaan (perusahaan tanjung buton sejahtera). (Sht)

Baca Juga

Anggota DPRD Siak Ikuti BIMTEK Di Pekanbaru

PEKANBARU, lintas10.com- Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak menjalani program peningkatan kapasitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *