oleh

Kemungkinan Besar Tersangka Kasus Segitung Akan Bertambah

lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – KPK Terus Dalami Kasus Dugaan pada Korupsi Proyek Pembangunan Pelabuhan Teluk Segintung, belum lama ini Minggu, 19 Januari 2020, Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri, ketika dikonfirmasi oleh para awak media. Dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pelaksanaan Proyek Pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung, Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan tengah, di masa tahun 2007-2012 lalu. Yang mana telah menetapkan satu tersangkanya, yakni mantan bupati pertama kabupaten seruyan.
Adapun langkah langkah dari KPK dengan terus dikembangkan, tidak menutup kemungkinan besarnya akan menambah kepada tersangka – tersangka yang baru.

Selain mantan Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah, yang pertama tersebut(DA) yang ditetapkan menjadi tersangka di kasus itu, telah meninggal dunia. 

“Jadi sekarang masih dalam melakukan tahap telaah dan kajian langkah yang akan diambil,” ujar Ali Fikri.

Ditambahkannya, saat ini tim penyidik KPK Terus bekerja dalam kasus tersebut.

Dengan merujuk pada Pasal 77 KUHP tersebut menjadi gugur. Hanya saja di Pasal 33 UU itu dimana Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan.

“Dalam hal tersangka meninggal dunia pada saat dilakukan penyidikan, sedangkan secara nyata telah ada kerugian keuangan negara, maka penyidik segera menyerahkan berkas perkara hasil penyidikan tersebut kepada Jaksa Pengacara Negara atau diserahkan kepada instansi yang dirugikan untuk dilakukan gugatan perdata terhadap ahli warisnya,”ucapnya.

Adapun, Mantan bupati pertama tersebut, (DA) diumumkan sebagai tersangka pada di tanggal 14 Oktober 2019, tapi saat masih dalam penyidikan, ia meninggal dunia pada 19 November 2019. 

Pada perkaranya, penyidik menduga DA mengatur agar proyek tersebut dimenangkan oleh PT Swa Karya Jaya (PT SKJ) yang pemiliknya dengan merupakan adalah kawan dekat bupati pertama tersebut.

Baca Juga:  HARDIKNAS LKP Enter KOBAR Terima Penghargaan Dari Bupati Hj.Nurhidayah

KPK pun menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses lelang proyek tersebut, seperti waktu pengambilan dokumen lelang yang hanya satu hari, dokumen prakualifikasi dan penawaran lelang yang diduga dipalsukan, serta panitia lelang yang mengabaikan ketidaklengkapan dokumen PT SKJ. Penetapan Darwan sebagai tersangka berdasarkan pemeriksaan terhadap 32 saksi serta penggeledahan rumah DA di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Di samping itu, DA diduga mengubah nilai kontrak proyek dari Rp112.736.000 menjadi Rp127.411.481 atau sekitar 13,02 persen.

Adendum ini melebihi ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang menyebutkan maksimal menambah pekerjaan adalah sebanyak 10 persen. Tak hanya itu, DA diduga beberapa kali menerima transfer sejumlah Rp687.500.000 dari PT SKJ melalui anaknya.

Dalam perkara ini, diduga keuangan negara dirugikan sekitar Rp20,84 miliar. Atas dugaan tersebut, DA disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan