oleh

Kapolresta Deliserdang Enggan Menjawab Wartawan Terkait Tindak Lanjut Dugaan Tambang Galian C Ilegal Diwilayah Hukumnya

-Hukrim-46 views

Deliserdang, lintas10.com- Dugaan Galian C illegal di wilayah hukum Polresta Deli Serdang masih terus berlanjut dan menjadi sorotan tajam sejumlah pihak. Pasalnya galian C yang setiap harinya beroperasi mulai dari seputaran Kecamatan Namorambe dan Kecamatan Pancur Batu sampai saat ini belum ada mendapatkan tindakan dari Aparat Penegak Hukum (APH), Jumat (26/03/2021)

Sebagaimana diketahui bahwa Aparat Penegak Hukum adalah garda terdepan didalam menyelamatkan alam di Sumatera Utara ini, yang kian hari kian mengkhawatirkan dari para mafia Galian C illegal tersebut.

Hal ini pun sudah disampaikan kepada Kapolresta Deliserdang, Kombes Yemi Mandagi dan mengatakan akan menyelidikinya kata dia pada edisi pemberitaan pada Media ini sebelumnya. Namun terhitung sudah sepuluh hari semenjak berita Dugaan Galian C illegal tersebut ditayangkan, Kapolresta Deliserdang belum memberikan informasi tindak lanjut penyelidikannya tersebut.

Meskipun sudah berulang kali disampaikan melalui pesan Whatshap pribadinya, akan tetapi Kapolresta belum bersedia memberikan tanggapannya.

Terpisah Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sumatera Utara, T. Manurung SH, MH juga mengatakan hal yang senada, menurutnya jika Aparat Penegak Hukum (APH) juga tidak bergerak maka tidak mungkin pada masa yang akan datang bencana alam akan terjadi di Sumatera Utara. Hal ini menurut dia dengan melihat penomena galian liar di wilayah hukum Deli Serdang ahir – ahir ini pungkasnya, Jumat (26/03/2021).

“Sudah selayaknya Penegak Hukum sebagai garda terdepan tindak Galian Ilegal, hal ini juga dalam penyelamatan kekayaan alam di Sumatera Utara, agar tidak mengeruk tanah maupun Tambang Batuan tanpa kantongi Perizinan,” imbuhnya.

Seperti halnya diberitakan pada Media ini
Aktivitas galian tipe C dan galian batuan sungai di dua titik di Kecamatan Namorambe, dan Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya Galian tipe C yang di duga kuat tak memiliki izin ini tiap hari beraktivitas tanpa ada halangan yang berarti.

Baca Juga:  Unit Reskrim Polsek Kampar Bekuk Pelaku Curanmor Di Rumbai Pesisir

Hal ini pun sudah disampaikan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Kepada Kapolres Deliserdang, Kombes Yemi Mandagi agar menindak aktivitas yang melawan hukum tersebut, Senin (15/03/2021).

Pihaknya pun mengatakan akan menyelediki Galian C yang beroperasi di Kecamatan Namorambe tersebut. ” Makasih pak akan kami selidiki,” Tandasnya singkat.

Sebelumnya, pertambangan material pasir dan tanah urug galian tipe C di Sungai Lobura, Jalan Pancur Batu/Delitua, Desa Tebing Ganjang, Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deliserdang persisnya di Pantai Sura, ditemukan aktivitas tambang galian tipe C yang diduga kuat tidak memiliki perizinan.

Dan lokasi kedua yang berada persis di gerbang masuk jalan Sekolah SMA Negeri l Namorambe. Disinyalir karena adanya pembiaran dari pihak penegak hukum membuat usaha ilegal tersebut bebas beroperasi.

Tampak tepantau di lapangan, setiap hari air di sungai Lobura menjadi keruh, akibat aktivitas galian dihulu sungai.
Sangat dikhawatirkan akan berakibat terhadap bentang alam atau rona lingkungan sungai sewaktu waktu dapat berubah, oleh karena aktivitas yang dilakukan ditempat tersebut, baik di dalam alur sungai maupun di sepanjang sempadan sungai.

Lebih lanjut mobil Dumptruk lalu lalang dengan muatan penuh, melintasi kecamatan Namorambe dan Kecamatan Deli Tua, tidak ada halangan bagi pengusaha tambang galian C tersebut, dimana jalan akses masyarakat dijadikan menjadi rute utama untuk mengangkut material pasir dan tanah urug, akibatnya jalan menjadi terganggu dan macet, ditambah lagi kapasitas tonase muatan berat, dikhawatirkan akan berakibat mempercepat rusaknya jalan dilokasi tersebut dan pemeliharaan jalan seolah terabaikan. (Tim)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan