Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Di Kuala Pembuang Harga Gas 3 Kg di Pangkalan Turun Rp 24 Ribu

Di Kuala Pembuang Harga Gas 3 Kg di Pangkalan Turun Rp 24 Ribu

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Pangkalan Gas Elpiji ukuran 3 Kg, di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, menurunkan harga jual Gas 3 kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 28.000/tabung menjadi Rp24.000/tabung, jadi ada penurun harga sebesar Rp 4.000, Meskipun masih tidak sesuai dengan harga eceran tertingginya (HET) yang hanya dengan Rp 19.500/tabungnya, dan sebenarnya pada wajib di ikuti oleh pangkalan, karena aturannya.

Penurunan tersebut sebagai hasil dari operasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian dari polres seruyan, yang dimana dengan begitu cepat merespon dan mengambil tindakan, terhadap situasi kondisi dan keluhannya masyarat.

Salah seorang pedagang pengecer gas elpiji 3 Kg, Aluh,ketika dikonfirmasi lintas10.com, Selasa (12/6/2018), di Kuala Pembuang, mengatakan, Saat ini untuk harga jual gas elpiji pada ukuran 3 Kg adalah sebesar Rp 24.000/tabung pada Pangkalan, sedangkan untuk ditingkat Pengecer fengan harga jual sebesar Rp 28.000/tabung, dimana pada sebelumnya dijual seharga Rp 30.000/tabungnya.

“Hal tersebut, dimana dikarenakan dengan kontrol pengawasan yang baik, telah dilakukan oleh  Media Lintas10.com, bersama dengan tindakan yang cepat dan tanggap dilakukan oleh pihak dari Polres Seruyan, mengatasi perihal persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Meskipun tambah Aluh, penurunan harga yang dilakukan oleh pihak Pangkalan tidak sepenuhnya, sesuai dengan dari aturan standar harga eceran tertinggi(HET) yang telah ditentukan dan ditetapnya. Dimana dengan harga gas elpiji 3 Kg hanya sebesar Rp 19.500 pertabung. Namun itupun kami sudah cukup banyak berterimakasihnya, baik dari kepada Media Lintas10.com, dan pihak dari Polres Seruyan. Jadi tinggal gimana supaya bisa harga yang dijual oleh pangkalan bisa sesuai dengan aturan dan mekanismenya yang ada berlaku.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Seruyan, di kuala pembuang, Ridho, yang juga dimana dengan mengatakan, perihal tentang gas subdidi untuk pada ukuran 3 kilogram ini, seharusnya adalah tugas, kewenangan dan sudah nenjadi kewajiban dari pemerintah daerah kabupaten seruyan, melalui instansinya, Disperindakop dan ukm pemerintah kabupaten seruyan. Namun, untuk selama ini hampir tidak ada tanggapan dan tindakan yang telah pada dilakukan, termasuk pada dengan perlindungan konsumennya.

“Selain itu kami berharap agar ada langkah yang benar benar cepat, tepat, tanggap, dan tindakan tegasnya yang dikakuan, oleh dari Pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UKM Kabupaten Seruyan, selaku unsur dari Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan, yang wajib bertanggungjawab atas sgalanya.

Karena LPG 3 kg atau LPG bersubsidi telah diatur dalam peraturan bersama antara Mendagri dan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2011 dan No. 5 Tahun 2011.

“Pengawasan atas pelaksanaan distribusi LPG 3 kg juga sudah diatur dalam Permen ESDM No. 26 Tahun 2011 Pengawasan Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji 3 kg sebagaimana dalam ketentuan Pasal 33 Permen ESDM No. 26 Tahun 2011. Hal tersebut dikonversikan dengan regulasi diatasnya yakni Undang-Undang (UU) Darurat No.8/1962 tentang barang-barang dalam pengawasan. Ditambah lagi yaitu, Pasal 1 subsider 3E, Pasal 6 ayat 1 huruf B UU Darurat No.7/1955 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi, dan atau Pasal 4 huruf A jungto Pasal 8 ayat 1 Perpu No.8/1962 tentang pengawasan barang-barang yang kaitannya untuk kestabilan ekonomi. Dan termasuk didalam undang undang perlindungsn konsume, (Fathul Ridhoni)

Baca Juga

Mercusuar Jadi Obyek Wisata Warga Sukamara

SUKAMARA, Lintas10.com – Distrik Navigasi Kelas II Banjarmasin (Mercusuar) yang saat ini masih berfungsi guna …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.