oleh

Babinsa Koramil 10/BT gelar sosialisasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Hutan Dan Lahan kepada peserta didik

Last Updated: 17 Feb 2019

Tapsel, LINTAS10.COM – Dalam rangka pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Koramil 10/Barumun Tengah Kodim 0212/TS, Babinsa Koramil 10/BT, Serka Helpisa Tarigan disamping tugas dan tanggung jawab jabatannya sehari-hari, juga melaksanakan sosialisasi penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar area perkebunan PT. Sumatera Sylva Lestari (SSL) kepada 65 peserta didik SD Negeri 0217 Desa Pangirkiran Dolok, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Sabtu (16/2/2019).

Dalam kegitan tersebut, Babinsa Koramil 10/Barumun Tengah Serka Helpisa Tarigan, berkoordinasi dengan pihak PT Sumatera Silva Lestari (PT SSL ) yang diwakili oleh Asisten Kepala FP PT Sumatera Silva Lestari, Robert Manurung, beserta staf dan karyawan Damkar PT Sumatera Silva Lestari.

Babinsa mengatakan, agar seluruh materi kegiatan dapat terserap dengan baik, turut dibagikan buku panduan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan kepada seluruh peserta.

“Dalam Penyampaian materi menggunakan metode CBSA, sehingga para murid lebih antusias, mengerti, dan memahami tujuan dari kegiatan tersebut,” kata Babinsa.

Serka Helpisa Tarigan mengatakan, bahwa bahaya akibat dan kerugian yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan adalah rusaknya ekosistem dan musnahnya flora dan fauna yang tumbuh dan hidup di hutan.

Kemudian kata Babinasa, bahwa asap yang ditimbulkan, juga menjadi polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik.

“Selain itu, asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan” kata Babinsa yang didampingi Asisten Kepala FP PT Sumatera Silva Lestari, Robert Manurung yang secara bergantian menyampaikan materi.

Menurut Manurung, bahwa akibat kebakaran hutan dan lahan, menyebakan tersebarnya asap dan emisi gas karbondioksida dan gas-gas lain ke udara yang berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Juga, jata Manurung, bahwa kebakaran hutan akan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga tak mampu menampung cadangan air saat musim hujan.

“Hal ini yang menjadi faktor terjadinya tanah longsor maupun banjir,” kata Manurung.

“Berkurangnya sumber air bersih dan menyebabkan kekeringan karena kebakaran hutan menyebabkan hilangnya pepohonan yang menampung cadangan air,” tambah Babinsa.

Dari penyampaian materi kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan lahan dapat disimpulkan, bahwa bagi setiap masyarakat yang hendak membersihkan, ataupun membuka lahan baru, mengolah hutan dengan cara dibakar sangat dilarang untuk dilakukan, karena sangat berbahaya dan sangat merugikan bagi semua pihak.

Mengakhiri kegiatan, Kepala Sekolah SD Negeri 0217 Desa Pangirkiran Dolok, Ali Bosar Siregar, SPd mengatakan, bahwa sangat pentingnya kegiatan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, karena wilayah mereka berbatasan langsung dengan hutan lindung dan hutan konservasi .

Kepsek menyampaikan, terima kasih kepada Babinsa dan Pimpinan PT Sumatera Silva Lestari beserta staf dan karyawan yang telah meluangkan waktu tenaga dan pikiran, untuk memberikan arahan kepada peserta didik, sehingga maksud dan tujuan kegiatan tersebut dapat di sebar luaskan kepada keluarga, orang tua, teman serta famili mereka yang tinggal di sekitar Desa Pangirkiran Dolok.

Editor: Benz

Komentar

Jangan Lewatkan