Warga Menuding Penyelenggara Kurang Profesional Pemicu Pekan Raya Sumatera Utara Sepi Pengunjung

Lintas SUMUT389 kali dibaca

Lintas10.com, MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU ) yang ke 49, masih sepi pengunjung. Meski telah memasuki hari kelima, sejak mulai diiselenggarakan minat Masyarakat sepertinya masih lesu. Hal ini terpantau di Counter tiket box yang masih terlihat sepi dan tidak banyak pengunjung datang dan membeli tiket.

Pantauan wartawan di lokasi PRSU, Rabu (21/06/2023) suasana kegiatan dari Stand OPD maupun Stand UMKM nyaris tak ada pengunjung untuk melihat produk unggulan yang disajikan.

Bahkan para pengunjung yang didominasi ASN saling berburu souvenir. Sementara dari beberapa Stand seperti Dekranasda terlihat ditutup.

Amatan wartawan lainnya, pemilik stand UMKM penjual pakaian Ulos bernama Robin mengaku jualannya tak laku, karena pengunjung di PRSU di hari ke lima sangat sepi.

Hal ini disebabkan karena harga tiket masuk PRSU dinilai mahal serta bervariasi.

Mulai dari hari Senin-Kamis harga tiket Rp 20.000, Pada Jumat dan Minggu tiket dibandrol dengan harga Rp 35.000. Khusus untuk hari Sabtu tiket dijual harga Rp 50.000 karena dimalam minggu artis ibukota akan konser di panggung utama.

Masih penuturan Robin, mereka menyewa Stand di PRSU seharga Rp 4.500.000, dengan fasilitas yang ada seperti lampu listrik dan lainnya.

“Bisa lihat stand yang kami sewa sekecil ini harganya Rp 4,5 juta. Sementara dagangan tak laku, akibat sepinya pengunjung di hari kelima,” tukas Robin.

Sementara hal senada juga diungkapkan Pemilik stand lainnya seperti Vero, kalau dagangan mereka tak laku akibat tak ada pengunjung. Diakui pemilik stand ini, pihak penyelenggara dinilai kurang profesional jika membandingkan ketika PRSU sepuluh tahun lalu ramai dikunjungi masyarakat.

“Artinya, kalau dulu banyak event kegiatan di PRSU, seperti lomba nyanyi, fashion, lomba lukis bahkan masih banyak kegiatan yang bisa mendatangkan pengunjung untuk menikmati hiburan di PRSU kala itu, sehingga tingkat keramaian cukup menghasilkan bagi pemilik stand karena dagangannya laku keras,”tukas Vero.

Baca Juga:  Kompol Ricky Dianggap Tidak Berempati Pada Korban Penganiayaan, Kompolnas RI Katakan Begini

Melihat kondisi sepi pengunjung, pemilik stand berharap untuk bisa mencari EO yang lebih profesional ke depannya lagi.

Pengunjung Masuk ke PRSU sampai didalam biasa biasa aja

Untuk masuk ke acara PRSU wajib membayar tiket masuk, kecuali memiliki Id Card resmi dari pihak panitia PRSU. Para pengunjung datang dengan membawa keluarga namun sampai didalam, para pengunjung sedikit kecewa karena tidak ada hal yang istimewa ditemukan selain stand milik Pemprov, pemkab dan pemko selebihnya hanya jajanan.

” Tadi saya diluar berpikir ada hal menarik ternyata biasa biasa aja. Mungkin kalau malam Minggu aja yang ramai itu juga karena ada artis yang diundang. Tapi tiketnya mahal,”kata Bayu salah seorang pengunjung asal Tembung.

Bayu menambahkan lagi, jika pelaksanaan didalam PRSU yang dilihat hanya mirip pasar malam.

” Tidak ada istimewanya bg, kalau dibanding sebelum sebelumnya,”ujarnya sedikit kecewa.(*/Ly).











Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses