Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Warga Keluhkan Padamnya Sejumlah Lampu PJU di Ibu Kota Kabupaten Seruyan

Warga Keluhkan Padamnya Sejumlah Lampu PJU di Ibu Kota Kabupaten Seruyan

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) – Padamnya sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Seruyan, Kususnya di Ibu kota Kuala Pembuang, sudah berapa lama ini, mulai dikeluhkan warga. Pada umunya warga mengaku tergangu saat bekendara di jalan ibu kota Kabupaten itu.

Dalam kondisi gelap akibat lampu penerangan mati, ditambah cuaca kota Kuala Pembuang yang sering diguyur hujan, hingga jarak pandang di jalan raya yang ramai kendaraan sangat pendek, bisa berakibat terjadinya kecelakaan.

Seperti pengakuan Ipul, sejak sudah berapa lama, sejumlah lampu penerangan jalan padam, sudah berapakali temannya mengalami musibah kecelakaan.

“Untung saja hanya kecelakaan ringan. Sudahlah lampu jalan mati, hujan lagi, sehingga jarak pandang sangat pendek,” ujarnya Minggu (9/9/2018).

Adapun sejumlah lampu yang padam hampir di seluruh lampu jalan di ibu kota Kuala Pembuang, sepreti salah satunya di jalan simpang 3, jalan A. Yani atau dekat Rumah Sakit, dan di jalan jalan lainnya.

Belum diketahui sebab musabab padamnya sejumlah lampu penerangan jalan umum di Kota Kuala Pembuang. Pihak Pemerintah daerah kabupaten Seruyan, melalui bidang terkaitnya pun belum ada memberikan penjelasan terkait masalah ini.

Sedangkan diketahuinya, untuk pendapatan asli daerah kabupaten seruyan, sampai per 31 Juli 2018, kusus dari pajak penerangan jalan (ppj) adalah sebesar Rp 1.494.886.879 berdasarkan data Badan Pengelolaan Perpajakan dan Retribusi Daerah Kabupaten Seruyan.

Dan sedangkan apa yang pernah dikatakan oleh Kepala Bagian umum setda pemerintah kabupaten seruyan, Radiun, beberapa waktu yang lalu kepada jurnalis media ini, dimana untuk biaya pulsa listrik lumpu penerangan jalan semuanya dengan setiap bulannya dibayarkannya adalah sebesar Rp 90 jutaan.

Jadi yang manakah benarnya, antara pengeluaran dan yang realita
Pada padamnya lampu penerangan jalan tersebut. Sedangka diketahuinya untuk masyarakat di kabupaten seruyan dimana dikenakan tarif pajaknya pada setiap membeli pulsa listrik sebesar 10 persen.

Lebih lanjut, Ipul menanyakan, dikemanakan dan buat apakah hasil ppj tersebut sebenarnya dipergunakan.

Ditambahkan oleh warga lainnya, Muhamad, mengatakan, agar sebaiknya pemerintah daerah transfaran dalam menggunakan anggaran uang rakyat itu, kalau bisa diumumkan ke publik melalui media, supaya masyarakat semua tahu, dan mengharap Badan audit resmi negara bisa mengauditnya dan mengumumkannya. (Fathul Ridhoni)


Baca Juga

H.Andi Darmaji Apresiasi Kreasi Fashion DLH Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat, Lintas10.com-Melihat betapa uniknya hasil karya dari para kreator fashion dari bahan daur ulang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.