Kotogasib, lintas10.com- Aksi Demo yang di inisiasi Karang Taruna Kampung Pangkalan Pisang Rabu (10/12/2025) yang digelar di pintu masuk jalan koridor PT. Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) di km 4 Kotogasib mendapatkan dukungan dari semua elemen masyarakat.
Mereka yang menuntut supaya perusahaan kertas terbesar itu segera mengaspal jalan sepanjang 7 km karena selama ini kendaraan operasional pengangkut kontainer maupun lainnya milik pengusaha Sukamto Tanoto ini dikeluhkan masyarakat menimbulkan debu.
Demo hari itu buntut dari belum adanya tindak lanjut dari perusahaan yang pabriknya berasa di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tersebut.
Tampak hadir dua Anggota DPRD Siak yang berasal dari Kecamatan Kotogasib Sudarman, Robi Cahyadi, Seluruh Penghulu Kampung Sekecamatan Kotogasib, ketua LAM Kecamatan Kotogasib, Ketua MUI Kecamatan Kotogasib, Pemuda Karang Taruna Pangkalan Pisang, Tokoh masyarakat H. Thamrin Basri, Warga dari 4 kampung yang berdampak.
Dalam orasi warga yang di sampaikan melalui pengeras suara mengatakan bahwa Debu yang jadi keluhan sudah berulang kali disuarakan bahkan beberapa kali digelar Demo namun perusahaan tidak meresponnya.
Bob ketua Karang taruna Pangkalan Pisang dengan lantang menyatakan siap di penjara untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang sudah lama.
“Saya siap dipenjara demi memperjuangkan keluhan masyarakat yang terkena debu tiap hari dari kendaraan trailer pengangkut peti kemas perusahaan,” ungkap Bob.
Selain itu ia menantang urusan perusahaan untuk berdiri di sekitar pinggir jalan agar mengetahui kebenaran nya.
“Bapak coba sendiri berdiri di pinggir jalan ini saat kendaraan trailer melintas, biar tau bapak apa yang dirasakan masyarakat,” kata Bob.
Lanjut bob debu juga mengganggu warga pemilik usaha UMKM serta pengguna jalan yang melintas.
“Penyiraman yang dilakukan perusahaan tidak bisa mengatasi debu, justru semakin parah, karena tanah yang dibawa mobil trailer setelah di siram naik saat mobil melintas,” katanya.
Afrizal selaku Ketua MUI meminta keseriusan dari perusahaan menyikapi permasalahan yang sudah lama jadi keluhan.
“Kami meminta perusahaan segera menyikapi kondisi jalan berdebu ini,” Ujar nya.
Dalam kesempatan itu Penghulu Kampung Sengkemang Adi Afri menyuarakan hal yang sama.Kampung nya yang sangat berdampak pada Debu ini, warga tiap hari mengeluhkan debu, bahkan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan.
” Kita sudah berulangkali mengadakan pertemuan tapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat,” Kata Penghulu yang akrab disapa Iyap ini.
Tengku utusan PT. RAPP menyampaikan kesanggupan perusahaan membangun aspal beton sepanjang 250 meter dari permintaan warga 1 km. saat pria berkaca mata itu menyampaikan warga berteriak tidak terima kalau hanya sepanjang itu bahkan ada ucapan kalau tidak bisa buat keputusan pulang saja, lantas ia pun bersama dua orang rekannya pergi meninggalkan para pendemo.
Aksi Damai itu dikawal dari pihak Kepolisian Sektor Kotogasib terlihat Kapolsek IPTU Suhardiyanto tampak di lokasi dan sempat menyampaikan supaya kegiatan menjaga keamanan ketertiban.
Setelah Humas PT. RAPP meninggalkan lokasi dilakukan rapat bersama Ketua APDESI dan warga yang hadir diputuskan permasalahan tuntutan itu dibawa melalui rapat dengar pendapat di gedung DPRD Siak.
Sudarman mengatakan akan menindak lanjuti surat yang akan di berikan dari APDESI ke DPRD Siak melalui pimpinan dewan.
“Kita akan menindak lanjuti surat dari APDESI dan membawa persoalan itu melalui hearing di DPRD Siak,” kata Politikus PKS ini.
Hadi Suprapto ketua APDESI Kecamatan Kotogasib meminta waktu beberapa hari ini untuk membuat surat yang akan ditanda tangani seluruh Kepala Desa, Tokoh Agama, karang taruna, tokoh masyarakat sekecamatan Kotogasib.
“Terkait ini, sudah menjadi persoalan kita semua, sekecamatan Kotogasib, makanya harus kita perjuangan bersama,” sebut Penghulu Kampung Tasik Seminai ini. (Sht)







