oleh

Viral..!!! Tak Terima di Tuding Copet, Seorang Ibu Rumah Tangga Dianiaya Bersimbah Darah, Resmi Melapor Ke Polsek Delitua

Delitua, lintas10.com – Dituding mencuri dompet dan Hp android seorang ibu rumah tangga (IRT), inisial nama ADN babak belur dihajar massa, tepatnya di pajak Melati Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan tuntungan . Alhasil ADN menderita luka serius di bagian pelipis wajah dan sekujur badan membiru lebam pada hari selasa (09/02/2021) sekira pukul 15.45 wib.

Bertempat dihalaman Mapolsek Delitua, didampingi anaknya ADN mengutarakan telah resmi melaporkan musibah yang menimpa dirinya itu ke pihak Kepolisian sektor Delitua tertuang dengan No : LP/154/K/ll/2021/SPKT/Sek Delta tanggal 09/02/2021.

Ia mengatakan tak terima dituduh sebagai pencuri, tidak hanya fisiknya yang teraniaya bahkan harga dirinya pun sudah ikut terinjak injak, Pungkasnya.

” Iya pak, saya dituduhkan mencuri, saya sudah menjelaskan saya tidak ada mencuri saya sudah memohonkan untuk di selesaikan dikantor Polisi, namun saya di hajar seolah benar – benar pencuri” ucapnya berlinang air mata.

ADN yang merupakan warga Brayan ini menceritakan kronologis naas yang menimpanya itu. Awal tujuannya datang kepajak Melati niatnya hanya mau belanja tepatnya pada pukul 15.30 wib. Namun ada ibu-ibu bergaun biru menuduh saya mencuri, saya sudah tanya apa yang saya curi? Namun mereka tidak menyebutkan barang yang kucuri itu, ujarnya.

“Saya dianiaya ramai ramai, dipukuli, sempat juga leher saya di ikat pake karung, dan di seret ke rumah kosong, aku hanya bisa pasrah” sebutnya.

Ditambahkan ADN yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang memperjuangkan lima anaknya yang masih duduk di bangku kuliah ini mengatakan pelaku penganiayaan harus di proses hukum, tegasnya.

Yang mengaku kecopetan itu yang baju biru dalam video sempat berjanji membawa saya berobat, namun belakangan setelah datang seorang berdinas TNI, ibu yang baju biru melarikan diri, padahal sempat dijanjikan di obatkan.

Baca Juga:  Kapolresta Banyumas Serahkan "Sepeda Motor Roda Tiga" Untuk Penyandang Disabilitas

“Dipanggil pak Tentara itu juga dia, namun tak mau lagi ujarnya”.

ADN yang juga pebisnis bawang merah itu bersama anaknya berharap Polisi dapat memproses pelaku penganiayaan ini, harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Delitua Kompol Zulkifli SH MH, melalui Kanit Reskrim IPTU Martua Manik SH MH mengatakan pihaknya sudah menerima laporan masyarakat tersebut dan sedang di Lidik, pungkasnya.

“Doakan saja rekan – rekan ya, semoga secepatnya kita dapat mengungkap kasus ini,” ungkapnya menjawab Media ini.

Reporter : Ly Tinambunan



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan