oleh

SPSI PT.Lonsum Geruduk Disnaker Labuhan Batu Selatan, ini Yang terjadi

Labusel, lintas10.com- SPSI PT. Lonsum yang diketuai Musfa Efendy beserta rekan datangi kantor Disnaker mediasi terkait pembayaran bonus tahunan perusahaan yang tidak sesuai diberikan kepada karyawan di Jalan Simaninggir Kecamatan Kotapinang Selasa (31/08/2021).

Musfa pada media mengatakan seluruh karyawan lebih kurang 1600 akan mogok bekerja selama tiga hari berturut-turut apabila bonusan tidak direalisasikan pihak perusahaan.

“Karyawan akan mogok kerja selama tiga hari dimulai besok, saya sendiri sebagai Ketua SPSI akan mogok,” ujarnya.

Kadisnaker Sutrisno SH menerangkan pada perwakilan walaupun ada perselisian terkait bonusan yang belum sesuai menurut karyawan dibicarakan baik-baik dengan perusahaan.

“Mogok kerja tidak solusi yang terbaik, PT. Lonsum Estate Tbk perusahaan swasta mereka punya hak penuh dalam perusahaan tersebut. Kami Disnaker siap memfasilitasi musyawarah antara karyawan dan pihak perusahaan,” ungkap Kadisnaker.

Ditempat yang berbeda salah seorang karyawan yang tidak bersedia disebutkan namanya menjelaskan bahwa kawatir ikut mogok kerja karena tidak ada perlindungan dari serikat.

“Kita disuruh mogok sama Ketua SPSI, sementara kalau kami ikut mogok tidak ada perlindungan sama sekali, disamping itu kalau kami ikut mogok jelas gaji kami di potong sudah gitu kami dapat Surat Peringatan (SP) dari perusahaan,” kata Sumber.

Dikatakan sumber permasalahan itu sudah berlarut-larut dan belum ada penyelesaian yang dilakukan serikat bahan pertanyaan nya kenapa baru sekarang.

“Intinya, enak di Ketua ngak enak di kami sebagai karyawan dan anehnya mengapa baru kali ini Ketua SPSI gencar lakukan mogok kerja, kenapa ngak dari sebelum-sebelumnya,” kata sumber lagi.

Menurut Sumber, Ketua SPSI tidak tulus memperjuangkan hak karyawan melalui jabatannya sebagai Ketua SPSI sementara dia Humas Perkebunan Sei Rumbiya Estate.

Baca Juga:  Sebelum makan Korban, Warga ini Minta Kabel Aliran PLN Yang Tergeletak ditanah Diperbaiki

“Kami sebagai karyawan jadi curiga pada Humas Sei Rumbiaya tersebut. Kalaulah memang dia tulus memperjuangkan hak kami sebagai karyawan mungkin tidak terzolimi seperti ini,” katanya.

Anehnya lagi Ketua SPSI Musfa tidak pernah lakukan rapat sama anggota sekalipun, tiba-tiba sebagai karyawan disuruh mogok kerja, ini tanda tanya besar.

“Humas Sei Rumbiya itu orangnya tamak pak, dia  rangkap jabatan, dia Humas, dia juga Ketua SPSI, Ketua Koperasi, Kepala Kesehatan dan Kepala K3,” ungkap sumber.(Candra Siregar)



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jangan Lewatkan