Setelah Viral diduga Mencuri Jam Tangan, Oknum Anggota DPRD Sumut Anwar Sani Tarigan Mengaku Khilaf!

Lintas SUMUT14,106 kali dibaca

Lintas10.com, Medan – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) Anwar Sani Tarigan yang sempat viral terekam kamera CCTV diduga mencuri jam tangan milik pekerja toko HP bernama Novi baru – baru ini mengaku khilaf.

Publik di Sumatera Utara pun dibuat heboh, pasalnya Anwar Sani Tarigan yang dikenal warga sebagai wakil rakyat dari dapil daerah Pemilihan Sumut XI diterpa tuduhan yang memalukan.

Dilansir dari laman resmi DPRD Sumut, profil Anwar Sani Tarigan sebagai berikut :

Biodata
Nama: H Anwar Sani Tarigan SE
T.T.L: Tiga Lingga, 20 Maret 1974
Agama: Islam
Kelamin: Pria
Dapil : Daerah Pemilihan Sumut XI meliputi Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, dan Pakpak Bharat.

Diketahui, pada Pemilu 2019 lalu Anwar memperoleh suara terbanyak di dapil Sumut XI. Bendahara Fraksi PDIP DPRD Sumut itu meraih 50.400 suara dan menjadi yang terbanyak di dapilnya kala itu. Saat ini Anwar ditugasi duduk di Komisi B yang membidangi pertanian dan pariwisata.

Anwar sendiri telah mengakui perbuatannya. Dia berdalih mengantongi jam tangan itu karena khilaf serta telah meminta maaf ke korban atau pemilik jam.

“Saya sudah meminta maaf kepada Novi, pemilik jam tangan tersebut. Ini murni kekhilafan terbawa tanpa sengaja karena pegawai toko menyatakan jam tangan itu milik saya, tanpa saya cek di dalam tas apakah memang jam saya atau bukan, jam tersebut langsung saya bawa saja,” kata Anwar Sani dalam keterangannya kepada wartawan pada hari Senin (3/4/2023).

Anwar Sani menyebut dirinya tidak sengaja membawa jam itu karena mirip dengan jam miliknya. Dia menyebut baru menyadari dan mengembalikan jam itu setelah video dirinya viral.

Baca Juga:  PMKRI Geruduk Kantor Dishub, Desak Walikota Medan Copot Iswar Lubis

“Saya telah meminta maaf langsung kepada pemilik jam tangan di hadapan keluarganya. Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik dan keluarga serta masyarakat atas kejadian ini. Tidak ada niat untuk menguasai, ini murni kekhilafan” kata Anwar Sani. (*/Ly).

Komentar