oleh

Rencana aksi bantu korban asap, Eks Ketua Relawan Jokowi Bentuk Gerakan Koalisi Masyarakat Sipil Bersatu.

Last Updated: 14 Agu 2019

Pekanbaru,lintas10.com-Kabut asap di mana-mana akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang dinilai sudah merenggut berbagai aspek dari kehidupan masyarakat pada umumnya. dari segi Kesehatan, Ekonomi dan Pendidikan , melihat banyak aktifitas warga merasa terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Riau.

“ya, semakin parah, upaya untuk melawan Kabut asap yang terlihat sudah tak dapat terbendung lagi “. ujar eks Ketua Relawan Jokowi ini, yang telah metamorfosis menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat – Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LSM-LPKP). kepada media Selasa, (13/8/2019), di Warung Uwak Kopi Jalan Sukajadi, Pekanbaru.

Akibat kejadian kabut asap, banyak Masyarakat terkana ISPA, Contoh di kabupaten Pelalawan sudah Ribuan terdampak ISPA belum lagi di daerah lain. Hal ini,Jhonny mantan Ketua Relawan Jokowi ini dan kawan-kawan merasa tergerak hatinya membentuk gerakan koalisi Masyarakat sipil bersatu.

“Kita akan bentuk gerakan koalisi Masyarakat sipil bersatu , gerakan ini nantinya membantu para Korban disebakan Kebakaran Hutan dan lahan (karhutlah). Di Riau kejahatan manusia “ujar Johnny

Tujuan membuat gerakan tersebut ia (Johnny) menjelaskan, megenai sasarannya.

“jadi disini kita membantu Masyarakat dampak dekat dengan lokasi karhutlah dan kita akan melakukan pendekatan dengan Masyarakat dengan cara parsuasif, dengan cara memberikan bantuan berupa masker, air mineral dan obat tetes mata”jelasnya

Tidak sampai disitu, gerakan koalisi masayarakat sipil bersatu ini bila perlu kita melakukan aksi ke jalan raya untuk kegiatan yang sama.

“jadi dengan ini, kita Call Center Via WA 0813-7107-2936 (Koordinator Aksi, KMSB-BKA -Jhonny Alprado) atau Hot Line 0823-8372-3040 (Konsultan Hukum/Advokad KMSB-BKA, Budi Candra, S.H.,M.H.) Kontak tersebut terbuka umum untuk kepedulian Sosial bagi Korban terdampak Asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau atau posko. dengan ini Masyarakat secara terbuka memberitahukan di titik mana kebakaran hutan agar bisa memberitahukan bagaimana cara penangulanggannya serta pencegahannya”.ujarnya lagi sembari meminum kopi.

Dirinya (Jhonny ) menyebutkan ada tiga poin yang mendorong dirinya dan rekan-rekan untuk melakukan Rencana Aksi ini “Pertama, saya terjangkit Flu dan bersin-bersin disertai mata berair dan perih banget loh saat betaktifitas di luar ruangan sakit banget, ini disebabkan efek kabut asap yang menyerang kesehatannya, lanjut ia hal ini sangat mengganggu aktifitas semua orang.

Kedua, kita juga mendapat Sahutan serta keluhan dari relawan/warga korban yang terdampak asap di beberapa daerah.

Ketiga, ia menilai Kebakaran Hutan dan Lahan yang menyebabkan asap menyelimuti hingga ke Kota-kota yang terjadi di riau bukan lagi patut disebut isu bencana alam. menurutnya adalah prilaku kejahatan manusia terhadap hutan dan korporasi (perusahaan.red) yang beraktifitas membuka kebun di lahan konsesi penyebab terjadinya Karhutlah.ungkapnya

Ia menambahkan, rencana aksi ini juga mendorong Pemerintah Daerah dan Gubernur Riau serta instansi terkait agar bertindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang terdeteksi melakukan aktifitas Karhutlah di lahan konsesi yang di berikan oleh pemerintah pusat.memantau progres dan memperhatikan Efektifitas dan juga efisiensi kebijakan yang di turunkan terkait kebakaran hutan dan lahan diriau.

Dikutip pada penyampaian keluhan serta paparan Bapak Presiden Ir. H. Joko Widodo pada 7 agustus lalu menyebut, Kerugian Negara yang cukup besar sepanjang pada Tahun 2015-2016 Mencapai 220 Triliun Rupiah akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang di sampaikan melalui media elekronik Seskab.go.id

Jonny berharap, dengan adanya rencana aksi ini bisa membantu warga terdampak asap dan mengajak kawan-kawan relawan bisa ikutserta bersinergi dan membantu.tandasny.

Hal Senada menyebutkan Penesehat Hukum Budi Chandra SH. MH, kita aspirasi karna aksi dilakukan nanti, aksi peduli dampak karhutlah ini. bahwa lembaga kami baru berdiri, tapi sudah melakukan kepedulian aksi nyata.

“kalau bukan kita siapa lagi? lihat di negara lain, meraka cinta negaranya. seperti hal kebun-kebun tidak sembarangan menanam aksiliasi panjang tumbuhan bisa berdampak buruk”ungkap Chandra Penesehat Hukum

“mudah-mudahan kita tiru di negeri kita khususnya Riau Negeri malayu ” sebut chandra mengaminkan

Komentar

Jangan Lewatkan