oleh

Langgar Tata Tertib Sekolah 20 Hp kena Razia dari Siswa MTSN 5 Rokan Hulu

-Rohul-245 kali dibaca

Rokan Hulu, lintas10.com- “Siswi-siswi yang duduk di kelas 8 termasuk anak saya, yang kedapatan membawa handphone yang diletak didalam Jok kretapun turut diambil, entah untuk apalah Hp itu sama sekolah nanti,” Sebut salah seorang wali murid yang tidak mau disebut namanya usai pihak sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Rokan Hulu melakukan Razia atau Sweeping Handphone di sekolah, Senin tanggal 25 Januari 2021.

Diakuinya, memang saat mendaftarkan anak di Mts N 5 Rokan Hulu, semua wali
Murid diwajibKan menandatangani surat pernyataan terkait Tata Tertib Sekolah, diantara isi perjanjian itu siswa tidak dibenarkan membawa Handphone. Bila ternyata perjanjian itu di ingkari maka pihak sekolah akan memberi sangsi berupa penyitaan, dan bila Hp ada gambar atau video porno, siswa akan dikembalikan ke orang tua.

”Tapi saat ini kan Kondisinya berbeda, Anak-anak belajar dengan Sistem Daring, jadi ya perlu Hp, tapi mau bagaimana lagi sudah begini,” kata sumber.

Beberapa wali Murid yang mencoba menemui pihak sekolah dengan niat
Untuk mengambil Hp itu tapi ternyata upaya mereka tidak membuahkan hasil. Pihak sekolah tidak memberikan hp tersebut dengan alasan ini sudah kesepakatan. Kejadian ini sempat di Dokumentasikan awak Media yang saat itu sedang berada Mts N 5 Rohul untuk Konfirmasi.

Pada hari Jumat, (29/1/2021) awak Media berkunjung ke MTs N 5 Rokan Hulu yang beralamat diJalan Diponegoro, Desa Tanjung Medan, Kecamatan Tambusai Utara, guna Konfirmasi atas hal itu kepada Kepala Sekolah Sirun, S.Sos.I.M.Pd.I, ia membenarkan dan mengatakan, bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai dengan Tata Tertib Sekolah yang sudah menjadi kesepakatan dengan orang tua murid yang ditandatangani Pada beberapa tahun lalu.

Baca Juga:  Camat dan Kapolsek Tambusai Utara ingatkan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.