Home / Kampar / Korban Keterbelakangan Mental Dicabuli, Pelaku Belum Diperoses‎ Polres Kampar

Korban Keterbelakangan Mental Dicabuli, Pelaku Belum Diperoses‎ Polres Kampar

BANGKINANG,LINTAS10.COM- Orang tua korban AR (53), mengeluhkan kasus pencabulan anaknya yang berketebelakangan mental inisial NP (22) sudah 60 hari lebih prosesnya di Polres Kampar masih mengendap dan belum ada perkembangannya. Semenjak kasus ini dikadukan 20 Feberuary 2018.

Awalnya kata orang tua korban menceritakan tanggal 28 Januari 2018, diduga pelaku Hermaini dan korban terperogok saat dibelakang rumahnya sedang berpelukan dan berciuman oleh ibu korban RW (43).

“Pelaku bersujud-sujud dan mintak maaf sama istri saya, karena telah melakukan perbuatanya itu,”ujar warga Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang kepada Wartawan,kemarin.

Kemudian dirinya pemuka masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini dan  pelaku pada saat itu dibawa juga ke pihak Polres Kampar, untuk menghindari amukan massa terhadap perbuatan pelaku. “Saat dikepolisian pelaku mengakui perbutanya. Namun tidak juga ada prosesnya. Tentu kita dari pihak keluarga meminta tindak lanjut dari pengaduan ini,”pungkasnya.

Sedangkan dalam hal ini Kuasa Hukum korban Sukrianto SH dan Beni Zairalatha,SH. MH mengatakan dirinya akan mencari keadilan untuk korban. Karena dirinya sudah melaporkan ini kepada pihak Polres Kampar dan Polda Riau, untuk perkembangan kasus kliennya yang tidak ada kejelasan.

Untuk diketahui juga kata Beni Zairalatha, terlapor yang saat dimintai keterangan dan mempertaggungjawabkan semua perbuatanya. Dari hasil pemeriksaan PPA Polres Kampar terlapor terbukti dengan sah mengakui perbuatannya. 

“Menjadi pertanyaan bagi kami apakah seorang yang melakukan perbuatan pemerkosaan/ pencabulan dan mempunyai saksi untuk itu dan juga telah diakui secara tegas dalam surat pernyataan tanggal 8 Januri 2018 tidak dapat dihukum? Sungguh hal ini sangat disayangkan oleh semua pihak yang mengetahui akan perbuatan yang dilakukan oleh Hermaini terhadap korban NP,”ucapnya.

Sebagai bahan pertimbangan untuk Polres Kampar dalam kasus pencabulan terhadap korban keterbelakangan mental ini, kata Beni, dirinya mempunyai laporan psikologis dari Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru tertanggal 08 Februri 2018 yang menyatakan korban usia kronologis 22 Tahun 3 Bulan. Sedangkan usia mentalnya 8 Tahun dengan IQ 36. 

“Jadi tidak unsur hukum apapun yang mampu melindungi perbuatan yang dilakukan oleh pelaku diduga Harmaini dari jeratan Hukum. Untuk itu kami berharap pengaduan ini segera ditindak lanjuti,”tegasnya.

#Pelapor Diminta Datang ke Polres#

Tekait kasus pencabulan ini, Kasat Reskrim Polres Kampar, AKP. Fajri, meminta kepada pelapor untuk datang ke Polres Kampar. Karena penyidik sudah memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pelapor.

“Untuk itu saya sarankan ke Polres saja, untuk jumpai dirinya ataupun penyidiknya agar mendapatkan keterangan lanjutan,”pungkasnya.

Selain itu kata Kasat dirinya komit untuk menindak lanjuti kasus tersebut. Namun dalam hal ini pelapor diharapkan juga saling bekerjasama agar cepat tuntas.

“Karena kita juga harus ada pentunjuk-petunjuk lanjutan dalam pemberkasan perkara,”jelasnya. (Hsb)

Baca Juga

Bupati Kampar Bersama Dirjen Kemenristekdikti Dijadwalkan Lakukan Tanam Padi Perdana

KAMPAR,LINTAS10.COM-Dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke – 23, Menristekdikti (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) kerjasama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *