Home / Lintas Jabodetabek / Evaluasi Penyebab Tumpahan Minyak Pertamina Balikpapan, Kemenko Kemaritiman Undang Pemangku Kepentingan

Evaluasi Penyebab Tumpahan Minyak Pertamina Balikpapan, Kemenko Kemaritiman Undang Pemangku Kepentingan

Balikpapan-Maritim, lintas10.com- Insiden tumpahan minyak yang diduga disebabkan oleh ditabraknya pipa minyak bawah laut milik Pertamina oleh Kapal Kargo MV Ever Judger di Teluk Balikpapan pada tanggal 31 Maret 2018 lalu terus dievaluasi oleh Pemerintah RI.

Di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman, semua pihak terkait antara lain Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Pertamina diundang untuk melakukan rapat koordinasi di Balikpapan pada Hari Kamis (22-11-2018).

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Odo RM Manuhutu ini merupakan yang ketiga kalinya sejak Bulan Agustus lalu. “Kita ingin mencari solusi tentang apa yang terjadi di Balikpapan beberapa waktu yang lalu supaya tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya di awal pertemuan.

Di dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko menjelaskan hasil temuan sementara dan memberikan rekomendasi kepada institusi terkait melalui perwakilan mereka yang hadir. Temuan itu disajikan dalam bentuk matriks permasalahan keselamatan pelayaran di Teluk Balikpapan sejumlah 21 buah. “Kami meminta instansi terkait agar segera melakukan pembenahan sesuai rekomendasi sampai batas Desember tahun ini sebelum kami mengumumkan hasil investigasi secara resmi kepada seluruh pemangku kepentingan pada Bulan Maret tahun depan,” tegasnya. Dia berharap, dengan dilaksanakannya rekomendasi KNKT, maka insiden serupa tidak kembali terjadi.

Lebih detil, Haryo mengungkapkan, bahwa selain menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kecelakaan Kapal MV Ever Judger juga menyebabkan ekosistem laut di Teluk Balikpapan mengalami kerusakan serius. Keterangan Wakil Ketua KNKT inipun diperkuat oleh temuan KLHK menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, penggunaan dispersan untuk menguraikan gumpalan besar minyak menjadi gumpalan-gumpalan yang lebih kecil juga memiliki efek yang kurang baik bagi lingkungan.

Senada, Kepala Pusat Riset Kelautan KKP Riyanto Basuki memaparkan penelitian instansinya mengenai dampak tumpahan minyak terhadap kehidupan nelayan. “Hasilnya kami temukan ada sejumlah besar udang yang mati keracunan minyak, penangkapan teripang menjadi terganggu, alat tangkap ikan terlumuri minyak dan berkurangnya stok ikan di sekitar lokasi tumpahan minyak,” bebernya. Untuk itu, Riyanto meminta agar Kemenko Bidang Kemaritiman dapat mengkoordinasikan pembentukan tim reaksi cepat yang terdiri dari personil lintas kementerian dan lembaga yang dapat digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi kecelakaan kapal di laut.

Dari paparan hasil investigasi maupun penelitian yang dilakukan oleh masing-masing instansi terkait itu, Asdep Odo menyimpulkan beberapa hal sebagai tindak lanjut. “Kita perlu duduk bersama untuk melakukan evaluasi dan sinkronisasi tentang regulasi peraturan kasus penanganan tumpahan minyak yang dimuat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 58 tahun 2013 dan terus melakukan upaya mitigasi pada wilayah terdampak dari sisi lingkungan dan manusia,” tuturnya. Selain itu, tambah Odo, dengan fasilitasi Kemenko Bidang Kemaritiman, semua kementerian dan lembaga terkait diharapkan segera melakukan sinkronisasi data guna menangani kasus tumpahan minyak di Balikpapan tersebut.

Terakhir, dia mengatakan akan membawa hasil penilaian dari KNKT, Polri maupun KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) mengenai insiden Kapal MV Ever Judger ke IMO ( _International Maritime Organization_ ). “Pemerintah RI akan menggunakan argumen tersebut untuk membuat dokumen kebijakan yang bakal jadi panduan delegasi RI dalam sidang IMO,” jelas Odo.

Dan, untuk melihat kondisi terkini di lokasi tumpahan minyak serta standar pengamanan yang diterapkan di kilang minyak Pertamina Unit V Balikpapan, Kemenko Bidang Kemaritiman beserta dengan kementerian dan lembaga terkait akan melakukan peninjauan pada Hari Jumat (23-11-2018).

*Biro Informasi dan Hukum*
*Kemenko Bidang Kemaritiman*


Baca Juga

Kapolsek Ciledug dan Jajaran Pam Giat Maulid Agung Nabi Muhammad SAW di Puri Beta Larangan

Tangerang Kota, Lintas 10.com – Jajaran Polsek Ciledug, Polres Metro Tangerang Kota dipimpin Kapolsek Ciledug, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.