oleh

Dua Wartawan Media Online Diduga Alami Penganiayaan dan Polsek Sunggal belum Terima Laporan Korban

Medan, lintas10.com- Tugas dan tanggung jawab seorang wartawan bukanlah perkara ringan, karena sangat dituntut tetap dalam koridor sesuai kode etik jurnalistik yang telah ditentukan, olehnya tupoksi wartawan sangatlah berat dan banyak resiko yang harus dialami seperti diancam, dihina, dicemoh bahkan dilecehkan, hal ini kerap terjadi dialami oleh wartawan disaat melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Kejadian penganiayaan dan pelecehan ini dialami dua orang Wartawan media online Edison Harianja (37) dan Nortiana Manalu (43), diceritakannya kepada lintas10.com, disaat hendak melakukan peliputan pada suatu kecelakaan, dimana ketika itu telah mengalami penganiayaan dan pelecehan profesi pada Senin (03/08/2020).

Ihwal kejadiannya bahwa saat itu hendak pergi melayat seorang rekan wartawan yang meninggal dunia dengab niat yang baik pergilah melayat rekannya, kemudian disaat dalam perjalanan tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari keluarganya dan dibalik telepon genggamnya dikabarkan ada terjadi suatu kecelakaan atau tabrakan dijalan poros Medan-Binjai, Kampung Lalang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin 03/08/2020 siang.

Setiba dilokasi kecelakaan sesaat ada seorang oknum pria menghampiri mereka dan langsung melayangkan pukulan kearah kepalanya dan secara spontan ia bertanya kepada orang tersebut “kenapa kau pukul aku, apa salahku, aku Wartawan,” selanjutnya oknum pria itu menjawab “Kenapa rupanya kalau Wartawan, sudah hebat kali rupanya kalau Wartawan”, ketus pria tersebut, tak sampai disitu secara tiba-tiba juga oknum pria tersebut langsung melayangkan pukul juga kepada rekannya Nortiana Manalu karena tidak senang di foto dan di dokumentasikan.

Selanjutnya oknum pria tersebut berteriak kencang “Wartawan Kon….l kau”, Ucapnya dengan garang

Selanjutnya ketika Nortiana Manalu hendak menghindar terjadi lagi pemukulan kearah kepala Nortiana Manalu yang posisi masih menggunakan helm, sehingga akibatnya telepon genggamnya terjatuh hingga pecah dibagian layarnya.

Baca Juga:  Siapa PAW H.Syahrul Masih Teka-Teki

Dikonfirmasi lintas10.com seperti apa ciri-ciri dan perawakan oknum pria yang memukul tersebut bahwa tidak diketahui korban karena kejadian berlangsung spontan dan sangat cepat, “Saya tidak kenal orangnya Bang, dan kejadian itu terjadi sangat spontan dikeramaian” Ujarnya sembari meringis merasa kesakitan.

Akibat tindakan penganiayaan tersebut korban tidak bisa menerimanya, lantas korban pergi menuju kantor Mapolsekta Sunggal dengan maksud untuk membuat laporan pengaduan atas penganiayaan yang dialaminya, setelah tiba di kantor polsek Sunggal dan kedatangan mereka diterima dengan baik petugas piket SPKT, saat membuat laporan pengaduan ada keanehan dan kejanggalan yang tak sepatutnya terjadi dan membuat korban bingung, pasalnya petugas piket SPKT mengatakan bahwa bingung menentukan pasal pidana apa yang bisa dikenakan kepada pelaku untuk menjerat pelaku, dan semestinya Polsek Sunggal terima saja pengaduan dan tidak perlu menanyakan pasal apa yang dikenakan kepada pelaku, sebab pihak Kepolisianlah yang lebih faham dan mengerti tentang hukum, dan anehnya lagi mereka menghimbau agar berkordinasi dengan bagian Redaksi media korban tempat mereka selama ini bekerja.

“Kenapa laporan wartawan tidak mau di buat Polsek Sunggal dan ada apa semua ini” Tanya Edison

Terpisah, di ruangan kantor Media Yoga selaku pimred dan Yusuf Ridha selaku Penasehat Hukum (ketua LBH Timsus) merespon cepat kegalauan korban Edison Harianja dan Nortiana Manalu, dan setelah berkordinasi maka mereka menuju kantor Mapolrestabes Medan untuk membuat laporan pengaduan.

Yoga (Pemred), Dodi (Wapemred), Yusuf (Ketua LBH), Budhi (Dewan redaksi), Andra R Sembiring (kabiro Langkat) dan Rudi Koto, ikut mendampingi korban untuk membuat pengaduan ke Polrestabes Medan

Laporan pengaduan telah diterima dengan Nomor : STTLP/1907/VIII/2020/SPKT/Polrestabes Medan, dan harapan korban kepada Kapolresta Medan Kombes Riko Sunarko dapat segera menindak lanjuti pengaduan mereka, “Saya harap Bapak Kapolresta Medan segera mengungkap kejadian penganiayaan ini” Ujar Edison yang diamini rekannya.

Baca Juga:  Masyarakat Siak Minta Kepastian Pembangunan PLTU Jati Waringin

“Kita akan sampaikan kepada Pimpinan, dan biar Pimpinan yang mengarahkan anggota agar segera menindak lanjuti pengaduan ini,” ujar Kanit SPKT W Sembiring. (TIM/Bonni)

Jangan Lewatkan