oleh

Massa Forsu Garda Sumut Demo Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

Medan, lintas10.com-Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Sumatera Utara Garda Sumut (FORSU) Gerakan Rakyat Daerah Sumatera Utara menggelar demo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Selasa (04/08/2020)

Dalam pernyataan sikapnya, massa pendemo meminta 9 tuntutan yang disuarakan sebagai berikut :

1. Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Kejagung mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, mencopot Asisten Pidana Khusus (Apidsus) dan Kasidik Pidana Khusus Kejati Sumut.

2. Meminta Jamwas kajagung RI memeriksa dan mengaudit harta kekayaan Asisten Pidana khusus dan Kasidik pidana khusus Kejati Sumut.

3. Meminta kejaksaan tinggi Sumut untuk segera menetapkan status tersangka dalam proses hukum dugaan suap jual beli jabatan pada Kanwil Kemenag Sumut, PT.Perkebunan Sumut dan Pelindo 1 Sumut.

4. Meminta Kejaksaan tinggi Sumut periksa jajaran asisten pidana khusus Kejatisu terkait banyaknya kasus laporan korupsi dan suap jabatan yang diproses tidak bertepi dan tidak juga di SP kan.

5. Meminta kejaksaan tinggi sumut periksa panitia lelang pengadaan buku dinas pendidikan Sergei dan pengadaan notebook dinas pendidikan medan serta program SIPLAH dan anggaran dana BOS pada dinas pendidikan sumut.

6. Meminta KPK periksa Kejaksaan tinggi sumut, Asisten pidana khusus dan kasidik pidana khusus kejaksaan tinggi sumut terkait adanya pertemuan silaturahmi diduga berkaitan dengan dugaan korupsi.

7. Meminta asisten pengawas kejaksaan tinggi sumut melakukan fungsinya atas banyaknya dugaan jaksa-jaksa bertemu dengan oknum yang menjual nama oknum petinggi di Kejaksaan tinggi sumut untuk mendapatkan paket pekerjaan yang berasal dari APBD OPD dinas propinsi sumut maupun kabupaten/kota.

8. Meminta asisten pengawas kejaksaan tinggi sumut melakukan fungsinya atas banyaknya dugaan makelar kasus yang berkeliaran di kejaksaan tinggi sumut salah satunya berinisial R.

Baca Juga:  Jelang Peringatan Puncak HUT RI ke-75, AAL Gelar Zikir dan Doa Bersama

9. Jangan jadikan jabatan amanah masyarakat justru menyengsarakan rakyat.

Koodinator aksi demo M Fajar Daulay.SH dalam orasinya menyuarakan dengan lantang yakni adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi penegak hukum dengan para petinggi pejabat birokrasi, BUMD serta pengusaha yang diduga berdampak pada permasalahan kasus dugaan korupsi, gratifikasi, pungli jual beli jabatan dan penyalahgunaan wewenang sehingga banyak kasus-kasus yang mengendap lama di meja penyidikan, diantaranya dugaan pungli jual beli jabatan pada kantor Kanwil Sumut yang sedang ditangani oleh pihak kejati sumut dimana laporan terkait jual beli jabatan memberi upeti atas sebuah jabatan, namun semua kasus tersebut terkesan jalan ditempat dan belum ada penetapan tersangka.

Orasi lainnya adanya dugaan korupsi di BUMD PT.Pelindo 1 sumut yang sudah diproses dan sudah dilakukan pemanggilan namun ada keistimewaan dalam penanganan kasus dimana adanya pertemuan silaturahmi oleh oknum kajatisu dengan pihak BUMD PT.Pelindo 1 yang katanya audiensi namun tidak disertai pemberitaan terkait audiensi tersebut.

Pendemo menilai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Dr Amir Yanto SH MM MH tidak mampu memberantas korupsi-korupsi yang ada di Propinsi Sumatera Utara sehingga massa dalam orasinya meminta agar mundur dari jabatannya, serta mencopot Apidsus dan kasidik dari jabatannya.

Ditengah aksi sempat hadir menghampiri massa pendemo Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian SH MH, namun massa menolak Kasipekum karena yang mereka inginkan hadir adamah kepala kejaksaan tinggi sumut atau Asisten Pidana Khusus untuk menjawab semua tuntutan para pendemo, namun hingga menjelang berakhirnya aksi kajatisu tak kunjung hadir, lantaran massa kesal dan sempat memaksa masuk kedalam kantor kajatisu sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dengan petugas keamanan dari Polsek Deli Tua, namun tidak ada terjadi aksi anarkis sehingga dibawa terik matahari sempat terjadi perdebatan karena massa hendak memaksa masuk untuk melakukan sweeping keruangan pejabat kajatisu, namun rencana tersebut urung dilakukan karena dihalangi oleh Petugas Keamaman yang berjaga-jaga.

Baca Juga:  Aniaya Polisi, Berkas Oknum Anggota DPRD Sumut Akan Dilimpahkan ke Kejaksaan

Massa pulang dengan damai sembari menyampaikan dan mengancam pekan depan akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa yang lebih besar lagi, hingga tuntutan massa untuk bertemu dengan Kajatisu terpenuhi dan semua tuntutan massa dapat dipenuhi sesuai pernyataan sikap para pendemo. (B Manullang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan