Siak, lintas10.com– Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Siak sudah melakukan verifikasi lapangan terkait terjadinya ceceran minyak diduga dari pipa Bocor PT. Imbang Tata Alam cemari selat lalang Kecamatan Sungai Apit.
Kabid Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Siak Yadi ketika dikonfirmasi Kamis (12/2/2026) melalui sambungan selulernya bahwa tim nya telah turun ke selat lalang.
“Kita sudah turun ke lokasi mengecek kebenaran terjadinya ceceran minyak di selat lalang kecamatan sungai apit,” kata Yadi.
Selanjutnya akan di lakukan pembuatan laporan melalui website.
“Kita akan buat laporan melalui website kementerian lingkungan hidup karena merupakan wewenang mereka, yang mengeluarkan izin dari pusat,” Ujar Yadi.
Diketahui ceceran minyak itu terjadi pada tanggal 8 Februari 2026 sekitar sore hari oleh nelayan.
“Masyarakat Nelayan menemukan ceceran minyak di selat lalang 8 februari 2026,” kata sumber kepada media ini.
Setelah itu lanjut sumber senin tanggal 9 februari 2026 kelompok masyarakat diminta perusahaan membantu ikut membersihkan dengan cara manual.
“Dilakukan pembersihan di pesisir pantai secara manual bersama kelompok masyarakat,” katanya.
Adapun kampung yang berdampak kejadian itu yaitu Kampung Lalang, Bunsur, Kayu Ara.
“Ada 3 Desa yang terkena dampak masyarakat nelayannya,” sebut sumber.
Perwakilan Perusahaan Akmalul Hadi kemarin dalam keterangannya akan menyisir ceceran minyak sampai bersih dan bagi nelayan yang terkena dampak akan diberikan bantuan.
“Nelayan yang jaringnya terkena ceceran minyak perusahaan akan membantu nya,” sebut Akmal.
PT. Imbang Tata Alam merupakan anak Perusahaan PT. Energi Mega Persada Tbk yang bergerak pada eksplorasi minyak dan gas berada di Selat Lalang. (Sht)







