Siak, lintas10.com- Kegiatan Tera Timbangan yang di lakukan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil, Menengah kabupaten Siak Bidang UPTD Metrologi Legal jadi perbincangan di kalangan masyarakat, Pasalnya pemilik Timbangan di kenakan biaya dengan jumlah bervariasi.
Menurut beberapa sumber bahwa satu tempat veron timbangan Sawit di kenakan biaya Rp 1 juta.
“Kami di kenakan biaya Rp 1 juta, untuk biaya operasional petugas yang datang melakukan Tera,” ujar Sumber kepada media lintas10.com belum lama ini.
Hal senada juga di ungkapkan sumber lain, sesuai penyampaian para petugas mereka bahwa untuk biaya Tera di bebankan ke pemilik.
“Pengakuan nya, beban Tera di beban kan sama kami,” sebut sumber.
Terkait hal itu awak media melakukan konfirmasi Keapada Arif yang mengaku bagian dari UPT Metrologi Siak yang berkantor di Mempura, ia tidak menapik adanya pengambilan sejumlah biaya dari pemilik timbangan veron sawit dengan jumlah bervariasi, ia mengatakan bahwa untuk biaya Tera sesuai dengan regulasi dibebankan ke pemilik timbangan.
“Uang itu di gunakan untuk biaya operasional pengangkutan alat batu yang beratnya mencapai 2 ton, Transportasi, Konsumsi, ” ujar Arif yang informasinya menjabat sebagai teknisi timbangan. Jumat (4/9/2026).
Dikatakan nya, Pemerintah Daerah tidak menganggarkan untuk biaya Tera, dan Arif menyebutkan pihaknya juga menggunakan pihak ke 3 dalam melakukan pekerjaan di lapangan.
“Kita harus bayar orang untuk mengangkat batu Tera,” katanya.
Lanjutnya setelah di lakukan Tera, Bidang Metereologi akan menerbitkan sertifikat.
“Setelah itu akan di lakukan uji berkala,” katanya.
Setiap pemilik timbangan akan di Tera baik itu memiliki izin usaha maupun tidak.
“Yang punya izin atau pun tidak akan kita Tera,” Sebut Arif ketika ditanyakan apakah punya izin usaha atau tidak yang akan di Tera.
Dalam melaksanakan tugas ia bersama tim di lengkapi surat perintah tugas.
“Kita dilengkapi surat perintah tugas, dan bersama tekan tim yang turun,” ucapnya.
Ditambahkan Arif, adapun biaya yang dibebankan sesuai kemampuan pengusaha.
“Sesuai kemampuan pemilik timbangan, ada yang Rp 800 ribu, ada yang Rp 1 juta,” tambahnya. (Sht)























