oleh

“Doli” dan “Dolbon” Versi Baru di Kota Cirebon

Cirebon, lintas10.com – Mengejutkan! Kota Cirebon yang sudah menjadi metropolis ternyata belum terbebas dari praktek warganya yang buang air besar (BAB) sembarangan.

Dari 22 kelurahan, hanya 1 kelurahan di Kota Cirebon yang dinyatakan sudah open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar (BAB) sembarangan,yakni Kelurahan Larangan, Kecamatan Kecapi.

Artinya, hanya di Kelurahan Larangan yang sudah tidak ada lagi praktek BAB sembarangan. “Sedangkan sisanya, yaitu 21 kelurahan atau sebanyak 130 RW di Kota Cirebon dinyatakan belum ODF,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon dr Edy Sugiarto, kemarin (16/2).

Apakah di Kota Cirebon masih banyak jamban atau wc jongkok yang biasa dibuat di pinggiran kali? Ternyata bukan itu masalahnya.

Dulu di Kota Cirebon memang dikenal istilah “doli” modol di kali, dan “dolbon” modol di kebon. Tapi sejak sekitar tahun 1980-an sudah tidak lagi. Semua rumah warga sudah memiliki wc sendiri.

Sayangnya, menurut dr. Edy Sugiarto, buangan akhir dari wc tersebut bukan ke septik tank melainkan dibuang langsung ke sungai, selokan, kebun hingga laut. “Itulah yang membuat Kota Cirebon dinyatakan belum ODF,” jelasnya.

Penyebanya, lanjut Edy, sebagian besar masyarakat yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan tidak memiliki keinginan untuk membuat septik tank. Faktor lainnya, masih ada penduduk kurang mampu, dengan lahan terbatas, tidak sanggup membangun jamban.

“Rumah-rumah bedeng atau tanah yang disewakan untuk dibangun rumah juga banyak yang tidak memiliki jamban,” ungkapnya.

Menurut Edy, Dinkes Kota Cirebon sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan ODF di Kota Cirebon. Mulai dari memberikan motivasi untuk mengubah perilaku tidak sehat masyarakat, advokasi kepada pemegang kebijakan hingga mencari sumber anggaran baru.

Baca Juga:  Antisipasi Teror Saat Natal, Tim Jibom Sterilisasi Gereja di Kuningan

Namun ada keterbatasan pembangunan sarana fisik yang berasal dari APBD. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lintas sektoral untuk menuntaskan permasalahan ini,” ujarnya. ***



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan