Warga Pemilik Lahan Kembali Usir Excavator PT.DSI Yang Akan Gali Kanal, Tolong Kami Pak Presiden Jokowi Itu Ucapan Seorang Warga

Hukrim974 kali dibaca

Kotogasib, lintas10.com– Warga pemilik lahan yang berada di Kampung Sri Gemilang kembali usir Alat berat Excavator milik PT. Duta Swakarya Indah (DSI) yang akan memaksa masuk melakukan penggalian kanal. Kehadiran para warga meminta alat itu untuk tidak melakukan pengerjaan penggalian di areal lahan yang telah mengantongi surat hak milik (SHM).

“Hari ini kami kembali kelokasi untuk meminta perusahaan tidak menggali kanal di lahan yang telah mengantongi surat sertifikat, kami akan pertahankan hak kami,” ujar Amlan kepada media ini ketika ditemui di lokasi Selasa (25/10/2023).

Menurutnya kehadiran perusahaan yang mau menggali kanal di lahan warga membuat resah karena tanpa ada pertemuan maupun musyawarah antara semua pihak  lalu semena-mena perusahaan akan menggali dengan alasan untuk tapal batas sesuai peta dan izinya.

“Hingga detik ini apa izin yang mereka kantongi saja kita tidak pernah di perlihatkan,” kata Amlan.

Harusnya kalau memang perusahaan sudah ada izin dalam lahan tidak mungkin BPN menerbitkan sertifikat.

“Dan kami sudah beberapa tahun menanam sawit di areal ini,” katanya.

Lanjutnya tak pernah ada terlihat plang atas lahan yang mereka klaim.

“Satu plang pun tak pernah kami jumpai hingga saat ini,” katanya.

Lebih jauh kata Amlan  dengan kejadian itu menunjukan perusahaan akan melakukan penyerobotan dengan dalih sesuai peta.

“Yang dibawa manager perusahaan hanya peta lama dan mengatakan berdasarkan izin tapi tak pernah kami tau dokumen nya,” sebut Amlan lagi.

Dengan kondisi yang saat ini di alami warga ia meminta kepada bapak presiden turun tangan karena sudah berlarut-larut.

“Kami mohon pak presiden turun tangan atas kondisi yang kami alami ini,” katanya.

Baca Juga:  DR. Razman Arif Nasution SH, SAg, MA (P.hd) Berikan Dukungan Komjen Pol Budi Gunawan Jabat Kepala BIN

Hal senada juga di ungkapkan Miswanto lahan nya dan keluarganya sudah digali kanal oleh perusahaan tanpa ada pemberitahuan apa tujuan dan gimana kelanjutannya.

Komentar