oleh

Polrestabes Medan Ungkap 26,9 Kg Sabu, Kapolda Sumut Disuntik Vaksin Corona Berdampak Ngantuk

Medan, lintas10.com- Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Resort kota besar Medan, berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 26,9 Kg Sabu, yang dilakukan oleh 3 orang tersangka hidup dan 1 orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Sumatera Utara dalam paparan kasus Narkotika awal tahun 2021 di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Kamis 14 Januari 2021.

Martuani Sormin, didampingi Kapolrestabes Medan, dan beberapa pejabat Utama Polda Sumut menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polrestabes Medan yang berhasil mengungkap kasus tersebut.

Martuani mengatakan kalau satu diantara empat terduga pelaku berusaha melawan dan mengancam nyawa petugas kepolisian sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak terduga pelaku sehingga meninggal dunia atas nama Misbahur Surur (31) warga Klampis Utara, Kabupaten Pauruan, Jawa Timur.

Tiga tersangka lain turut dihadirkan di depan para awak Media, yakni Eko Selamat Riadi (23) merupakan warga Kecamatan Matangkuli, Kelurahan Jeumpa Glumpang VII, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.

Tersangka kedua yakni Reza Syahputra (20), merupakan mahasiswa masih satu alamat dengan tersangka Selamat Riadi, dan tersangka tiga yaitu Faisal Suri (20) juga Mahasiswa warga Dusun Habib Alwi I, Kelurahan Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Ketiga tersangka yang hidup ditangkap pada Senin dini hari, 11 Januari 2021 di Hotel Grand Central Medan Kamar 501 sekitar pukul 04.00 WIB , Barang bukti yang disita 22 bungkus plastik yang berisi sabu yang ditemukan di dalam sepatu berwarna coklat.

Kemudian dari keterangan ketiga tersangka tersebut, dilakukan penangkapan di Jalan Sisingamangaraja tepatnya di hotel Garuda plaza Medan, terhadap tersangka Misbahus Surur (tewas ditembak), disita 25 bungkus teh cina berisi sabu yang dimasukkan dalam sebuah koper biru.

Baca Juga:  Wali Kota Tanjung Balai Kukuhkan Paskibra

Misbahus Surur, sempat memberikan keterangan kepada polisi kalau sabu tersebut diterima dari seseorang bernama Hatta (DPO) dan ada satu lagi rekan tersangka yang berinisial AA yang berada di Binjai yang ikut membawa narkotika dengan sebutan sabu tersebut.

Namun pada saat petugas melakukan pengejaran terhadap AA di Binjai dan di dalam perjalanan tersangka Misbahus Sihir menyerang personil polisi dengan cara memukul menggunakan borgolnya dan hendak merampas senjata api sehingga petugas langsung melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan tersangka terluka selanjutnya petugas membawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan namun setelah sampai di rumah sakit tersangka dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan hasil analisis sementara dari pihak Kepolisian, bahwa dalam 1 gram-paket sabu bisa digunakan oleh 10 orang, dan sabu sebanyak 26900 gram yang disita tersebut bisa menyelamatkan 269.000 orang.

Total 26,9 Kg Sabu yang disita, disebut Martuani akan dibawa oleh para tersangka ke pulau Jawa.

“Ini Rencananya akan dibawa ke Jakarta, ini dilakukan oleh 3 orang, ini mereka dari Aceh tapi mungkin pemasarannya dari Medan itu semua dilakukan atas informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dari masyarakat” Kata Martuani Sormin.

Martuani juga meminta kepada para jurnalis untuk membantu pihak kepolisian dalam pemberantasan peredaran Narkoba dengan memberikan informasi kepada Kepolisian.
“jadi saya minta rekan-rekan media juga kami dibantu untuk informasi-informasi yang bisa dikembangkan, dan ini informasi ini sangat berharga ” Tambahnya.

Adapun modus para tersangka dalam menjalankan misinya yakni dengan memasukkan sabu kedalam sepatu.

Para tersangka ditangkap di sebuah hotel di daerah Jalan Sisimangaraja Kota Medan.

Dijelaskan Martuani, Awalnya Ada 3 Orang tersangka yang ditangkap petugas, dan setelah di interogasi ketiga tersangka mengaku masih ada rekannya berinisial MS( meninggal) membawa 25 Kg Sabu.

Baca Juga:  75 Orang Calon Perwira (PSDP) Penerbang TNI TA 2020 Asal Panda Surabaya (Lantamal V) Siap Dikirim ke Panitia Pusat

“Kebetulan yang berangkat ini dari Jawa Timur dari Surabaya karena MS ini akan membawa 25 kg sabu” Terang Kapoldasu.

Kapolda menjelaskan bahwa anggotanya dalam menjalankan tugas akan melakukan tindakan tegas, keras, tepat, dan terukur jika para target atau terduga pelaku akan membahayakan nyawa anggotanya, dan diakuinya atas perintahnya.

“Dalam penindakannya saya ingatkan rekan-rekan semua kegiatan tindakan yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara Apabila ada yang mengancam membahayakan keselamatan petugas kami, maka sesuai instruksi saya, lakukan tindakan tegas keras tepat dan terukur” Kanya dengan nada meninggi.

“Jadi nggak usah tanya-tanya lagi apa tindakannya jadi nggak usah tanya-tanya lagi apa tindakannya, tindakannya itu tegas keras tepat dan terukur. Hasilnya 1 orang meninggal dunia atas nama MS itu yang akan membawa 25 kg sabu ke Surabaya tetapi digagalkan oleh satuan Narkotika Polrestabes Medan” Sambung Martuani mengulang.

Jenderal Asal tanah Batak itu juga meminta media untuk membantu dalam sosialisasi kepada seluruh warga Sumatera Utara khususnya kota Medan agar para orang tua melindungi anak-anaknya dari bahaya penyalahgunaan narkotika demi masa depan masyarakat.

Martuani mengatakan kalau Narkotika bukan hanya tugas dan tanggung jawab polisi saja, tetapi seluruh seluruh keluarga di Sumatera Utara.



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan