oleh

Petugas Medis Puskesmas Tambusai Utara 1 di Vaksin Covud-19

-Rohul-401 kali dibaca

Rokan Hulu, lintas10.com- Sebanyak 61 tenaga kesehatan di Puskesmas Tambusai Utara I Kabupaten Rokan Hulu menerima Covid-19 tahap pertama, Kamis, 18 Februari 2021 pagi.

Kepala Puskesmas Tambusai Utara I
Suhabran SKM.MKM mengkonfirmasi, tahap pertama Vaksinasi sebanyak 61 peserta yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap I sebanyak 41 untuk nakes Pemerintah dan tahap I buat 20 orang nakes Non Pemerintah.

“Hari ini ada 20 nakes Non Pemerintah, dan sebelumnya 41 dari 45 nakes di puskesmas Tambusai Utara I, dan 4 tenaga kesehatan yang ditunda menerima vaksin Covid-19, dikarenakan sedang sakit,” ucapnya.

Lebih lanjut Suhabran mengatakan, pihaknya akan melakukan Screening ulang dan apabila lolos ke 4 nakes tersebut bisa ikut Vaksin Covid-19 “. Jelas Suhabran.

Kapus menambahkan, Dalam vaksinasi pertama ini Puskesmas Tambusai Utara I melibatkan 12 Vaksinator yang sudah dilatih.

“Vaksinasi ini bertujuan untuk memperkebal Imunitas tubuh untuk terhindar dari penularan Covid-19, karena hingga saat ini angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Rokan Hulu terbilang cukup tinggi,” Paparnya.

Ketika ditanya soal siapa saja yang akan mendapat Vaksin, suhabran menjawab
untuk data calon penerima Vaksin Covid-19 proses nya panjang dan harus sampai ke pusat baru nama yang di usul kan tersebut terdaftar sebagai calon penerima Vaksin sesuai dengan NIK dan alamat lengkap.

“Yang akan mendapat Vaksinasi adalah Tokoh agama, petugas Pariwisata, pedagang pasar dan Organda atau penyedia jasa Transportdasi,” jelasnya.

Dipenghujung kegiatan pria yang akrab disapa Ocu ini mengatakan, nantinya setelah diVaksin para nakes akan mendapat kartu pencatatan, berselang 14 hari kedepan para nakes akan menerima suntik vaksin covid-19 tahap kedua.

Baca Juga:  Camat Tambusai Utara Apresiasi Mahasiswa KUKERTA ikut Sosialisasi Wabah COVID-19
baner


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.