oleh

Perangkat Desa Doble Job disoal, Langgar Perbup Sarolangun

-lintas Daerah, Top Ten-649 kali dibaca

Sarolangun, lintas10.com- Masih ada sejumlah Kepala Desa yang tidak melakukan tindakan dan menangani perangkat desa yang Doble job, tidak tamat sekolah menengah atas di wilayah kabuaten  Sarolangun saat ini .

Membuat publik menyoroti tentang aturan yang telah di buat oleh bupati Sarolangun dalam dua perbub di antaranya perbub no 77 dan perbub no 88 tentang perangkat Desa.

Namun aneh saat ini fakta di lapangan dua Perbup Sarolangun masih di kangkangi oleh sejumlah oknum kepala Desa.

Kepala dinas PMD kabupaten Sarolangun Mulyadi di tanya terkait dengan pejabat desa yang Doble job dan setiap yang di terima selama
menjabat.

“Kita telah memberi tahu kepada Camat dan kepala Desa agar mengganti para perangkat desa yang  Doble job dan tidak tamat SMA,” ujarnya belum lama ini.

Hal ini telah di sampaikan supaya tidak ada para perangkat desa yang memiliki job lebih dari satu, karena untuk saat ini para Perangkat desa wajib aktif di kantor desa setiap hari, jadi mereka tidak boleh punya Job lain selain jadi perangkat Desa.

“Dari itu mereka tinggal pilih jadi perangkat desa atau yang lainnya jika saat ini di desa masih ada perangkat desa yang Doble job dan tidak tamat SMA siltap (gaji) yang diterima harus di kembali kan.

“Karena ini meyalahi aturan,”terang Mulyadi .

Terkait pengembalian siltap perangkat Desa yang telah menyalahi aturan tersebut dinas PMD tidak punya kewenangan hal ini yang punya wewenang ada pihak  inspektorat,
mereka yang harus mengaudit terkait siltap yang di terima perangkat Desa.

“Karena itu yang punya wewenang untuk menindak hal ini menjadi ranahnya insfetorat . Mereka lah
Yang punya wewenang untuk pengembalian soal gaji perangkat desa yang menyalahi didalam aturan,” tutupnya.

Baca Juga:  DPAC PD se Palas dukung H. Tondi Roni Tua sebagai Plt Ketua DPC PD Palas
baner


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.