Nama ASEN Terduga Bandar Perjudian Medan Belawan Mencuat, Kapolres Pelabuhan Belawan Sebut Begini..

Lintas SUMUT65 kali dibaca

Lintas10.com, Belawan – Pasca diberitakan aktivitas perjudian di wilayah kerja Polres Pelabuhan Belawan masih marak, meski pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada jajaran Kepolisian agar segala jenis perjudian offline maupun online untuk diberantas, namun masih saja ditemukan dibeberapa titik di wilayah medan bagian utara.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Janton Silaban dalam pesan tertulisnya mengatakan pihaknya sudah melakukan penindakan. Janton juga menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan operasi pekat

” Karena tanggal 11 kita ada operasi pekat. Kalau dihajar sekarang tanggal 11 tutup semua nanti ” tulisnya menjawab pemberitaan kru awak media, Senin (08/07/2024).

Disinggung informasi yang dihimpun wartawan dilapangan bahwa terduga bandar perjudian bernama Asen dikenal licin dan luput dari penindakan. Kru awak media juga telah menyampaikan detail berikut denah peta lokalisasi perjudian yang meresahkan masyarakat itu.

Mendengar informasi dari kru awak media tersebut, AKBP Janton Silaban jebolan Angkatan Polisi (Akpol) 2003 itu tidak menanggapi lagi.

Diberitakan sebelumnya, terduga bandar perjudian Asen tetap membuka praktik perjudian di wilayah medan bagian utara. Dari hasil penelusuran wartawan, bahwa lokalisasi perjudian meja ikan – ikan masih belum tersentuh oleh aparat penegak hukum hingga saat ini.

Adapun lokasi yang diinvestigasi kru awak media ini pada hari Sabtu (06/07/2024) berada di Jalan M Basir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan tepatnya di gang buntu sebelum toko springbad sebelah kanan jalan ada tiga mesin judi meja ikan – ikan merek (GBM).

Masih di jalan M Basir dalam sebuah hamparan berpagar seng juga terdapat tiga mesin judi meja ikan – ikan. Pada titik lokasi ini juga disebut – sebut perjudian milik seorang bermata sipit bernama Asen melalui kordinator lapangan bernama Cici.

Baca Juga:  Kejaksaan RI dan Kejaksaan Singapura Memperpanjang Kerja Sama Prosecutors to Prosecutors

Komentar