Ketenangan Jenderal Sigit, Oleh: H. Albiner Sitompul, S.IP, M.AP (Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia)

Saat ditunjuk sebagai Kabareskrim, tantangan pertama yang dihadapi oleh Jenderal Sigit adalah menjawab keraguan publik apakah akan mampu membongkar berbagai kasus yang banyak menjadi perhatian publik. Sebut saja misalnnya, kasus “penyiraman penyidik senior KPK, Novel Baswedan“ seperti di petieskan bertahun-tahun. Dan keraguan itu langsung dijawab tidak butuh waktu lama dengan menetapkan tersangka dan saat ini tersangka sudah diputus bersalah oleh Pengadilan.

Lalu, belum lama ini, muncul kasus yang membuat publik menaruh kecurigaan terhadap lembaga kepolisian atas dicabutnta red notice dan surat jalan Djoko Tjandra, seorang buronan kelas kakap selama beberapa tahun. Lagi-lagi, menghadapi persoalan besar tersebut, ketenangan Jenderal Sigit memainkan peran yang signifikan. Dia akhirnya memimpin sendiri operasi penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia. Buronan kelas kakap yang sudah puluhan tahun berkeliaran itupun berhasil ditangkap.

Buah dari ketengan Jenderal Sigit juga dapat dilihat dari kasus PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Berdasarkan hasil audit BPK, dalam kasus TPPI negara dirugikan sebesar US$2,7 miliar atau Rp 37 triliun. Kasus ini itu bermula saat pemilik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Honggo Wendratno “bermain mata” dengan dua tersangka lain, yakni Raden Priyono, bekas Kepala Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono. Dan Jenderal Sigit telah menyelamatkan puluhan triliuan uang negara dalam kasus TPPI ini.

Tiga kasus tersebut, walau ada pemain balik layar berstatus sama-sama berbaju coklat dan pemangku kepentingan, dihadapinya dengan tenang dan menyerahkan semua urusannya kepada Tuhan Yang Maha Mengatur, semuanya menjadi terang benderang, publik pun merasa lega atas ketenangan Jenderal Sigit dalam menegakkan hukum di tengah pemerintah dan masyarakat yang sedang menghadapi pendemi COVID-19.
Tentu masih banyak cobaan yang dihadapinya, erat kaitannya dengan integritas dan profesionalisme Jenderal Sigit. Biarlah waktu yang akan membeberkan fakta-fakta kesetiannya kepada seluruh lapisan masyarakat, institusi, dan pemerintah dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesai yang bersih dan berwibawa.

Baca Juga:  Koramil 01/Kranji Beri Pelajaran Bahasa Inggris Gratis Kepada Anak Warga Kranji

Komentar