oleh

H.Azwar Komitmen Menangkan Suhartono-Syahrul Jadi Bupati Siak

Letjend (Purn) Syarwan Hamid yang juga asli Putra Siak pernah menajabat Mendagri memberikan sambutan saat menghadiri kampanye Dialogis pasangan calon Bupati Suhartono-Syahrul.
Letjend (Purn) Syarwan Hamid yang juga asli Putra Siak pernah menajabat Mendagri memberikan sambutan saat menghadiri kampanye Dialogis pasangan calon Bupati Suhartono-Syahrul.

Lintas10.com(TUALANG) – Pasangan calon Bupati Suhartono-Syahrul atau yang lebih dikenal dengan pasangan BERKAH dengan nomor urut 2 ini kembali mendapatkan dukungan dari seorang tokoh Kabupaten Siak yang juga masih duduk menjadi anggota DPRD Siak dari kader Partai Golkar, H. Azwar secara tegas dan terbuka memberikan orasi politik mengkapanyekan pasangan Suhartono-Syahrul di Taman Tualang Tuah Sekawan Kabupaten Siak, Rabu (25/11).

Dihadapan ribuan yang hadir Azwar politisi senior pohon beringin itu tanpa ragu-ragu dengan wajah meyakinkan menyatakan mendukung Suhartono- Syahrul, peserta yang hadir dengan semangat memberikan tepu tangan serta aplus.
“Saya mendukung calon Bupati Siak No urut 2 Suhartono-Syahrul,” tegas H. Azwar dalam orasi politiknya pada kampanye dialogis itu.
Di kesempatan itu juga hadir tokoh nasional Letjend (Purnawirawan) Sarwan Hamid yang juga asli putra Siak, didampingi ketua tim kampanye Abdul Muis Usman melakukan orasi dengn menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh pasangan no urut 2, juga ketua DPC PKB Siak Muhtarom, Ketua DPC Gerindra Siak Sutarno, Ketua DPC Demokrat Siak Syamsurizal, ketua DPD PPP Siak Kadimi dan beberapa anggo dewan dari partai pengusung dan pendukung pasangan Suhartono-Syahrul lainnya.
H. Azwar mengaku sikapnya itu tanpa ada kepentingan lain, memiliki dasar hukum yang kuat. Meski Ketua DPD Golkar Siak Fersi ARB yakni Syamsuar maju di sebagai calon Bupati, namun sebagi kader Partai Golkar ia merasa tidak punya tanggung jawab untuk memenangkan Syamsuar. Karena dirinya berada di barisan lain, Golkar kubu Agung Laksono.
“Sampai saat ini Partai Golkar tidak mendukung salah satu calon, jadi kader bebas mau mendukung calon yang mana,” ungkap Ketua DPD Golkar Kabupaten Siak versi Agung Lakasono.
Kehadirannya saat ini sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Fersi kubu Agung Laksono.
“DPD I Riau kubu Agung Laksono, Indra Muklis mendukung Suhartono-Syahrul,” katanya.
Sebelumnya ia mengaku saat deklarasi memang ikut orasi politik mendukung Syamsuar-Alfedri, ia beralasan saat itu ada selentingan Syamsuar-Alfedri telah didukung 2 kubu partai Golkar, dalam perjalanannya ternyata lain justru kubu Agung Laksono dibawah ketua DPD Provinsi Indra Muklis Adnan mendukung Suhartono-Syahrul.
“Waktu pendaftaran informasinya Golkar ke dua kubu mendukung Syamsuar-Alfedri. Saya sebagai kader Golkar tentu melaksanakan kebijakan partai,” jelas Azwar.
Beberapa hari kemudian terungkap, Golkar kubu Agung Laksono belum ada mengeluarkan SK dukungan ke pasangan incumbent.
“Satu bulan saya menunggu kepastian, namun kedua kubu masih berselisih. Waktu demi waktu berjalan, tidak ada rakorda khusus untuk menentukan mana yang harus di dukung. Atas dasar itu saya mengambil sikap, mendukung Suhartono-Syahrul sebagaimana yang didukung kubu Agung Laksono,” kata anggota DPRD daerah pemilihan Kecamatan Kandis itu.
Dikatakan politisi yang pernah duduk sebagai wakil pimpinan di DPRD Siak itu, dengan kapasitasnya dapat memberikan atau mendongkrak perolehan suara untuk pasangan “BERKAH” Suhartono-Syahrul.
“Masa saya bisa dihitung, di kecamatan Kandis lebih dari 5000 siap untuk Suhartono-Syahrul. Belum lagi jaringan di kecamatan lain,” kata H. Azwar.
Politisi Golkar ini mengaku tidak masuk dalam tim kemenangan no urut 2, ia berjuang hanya sebagai relawan.
“Saya tidak masuk tim, hanya relawan,” katanya.
Dihadapan peserta kampanye Azwar mengatakan alasannya mendukung calon yang diusung oleh Gerindra, PDIP, PKB dan Demokrat itu.
Selain sepakat dengan visi dan misi calon, mereka sama-sama memiliki background dari DPRD Siak.
“Kami sama-sama dari anggota DPRD Siak, tentunya lebih mengetahui apa-apa yang perlu dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mari sama-sama kita mendukung, dan pada 9 Desember nanti mencoblos Suhartono-Syahrul,” katanya.
Namun pada media ia mengku menyimpan kekecewaan terhadap Syamsuar yang kini Ketua DPD II Golkar Siak Abu Rizal Bakri itu.
“Dulu saya yang mendudukan dia sebagai Ketua DPD, namun setelah berkuasa saya malah dibuang, bahkan diancam PAW,” tegasnya.
Selain itu, meski dalam pendaftaran ke KPU ia diminta menjadi orator, namun setelah usai acara itu ia pun lantas tidak dihiraukan.
“Ini sudah komitmen apapun konsekuensinya akan saya hadapi,” sebutnya penuh keyakinan. (Sht)
Baca Juga:  Kesimpulan, Kuasa Hukum Tergugat dan Turut Tergugat Memohon Majelis Hakim Memutus Seadil-Adilnya




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Jangan Lewatkan