oleh

Dua Desa Tiga Lingkungan Kelurahan Langga Payung Terendam Banjir

Langga Payung, lintas10.com- Antrian panjang kendaraan roda dua, tiga, empat, dan seterusnya yang melintasi di Jalinsum Langga Payung menuju Gunung Tua harus mengantri panjang, diakibatkan luapan banjir kiriman dari hulu sungai yang setiap tahun singgah melewati tiga lingkungan yang berada di Kelurahan Langga Payung, Kecamatan Sungai Kanan Sabtu (22/11/2020).

Camat Sungai Kanan Syarifah Hafni SH, MM saat dikomfirmasi melalui saluran seluler menjelaskan luapan banjir kiriman sudah hal yang lumrah pasti disetiap tahun.

“Ini sudah langganan bagi warga yang dekat aliran Sungai Kanan,” ujar Camat.

Namun Pemerintah  setempat tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi warga masyarakat yang terkena imbas luapan banjir tersebut.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan, Kepolisian dan TNI serta Instansi terkait lainnya sudah mengambil indisiatif mendirikan tenda-tenda dan posko kesehatan untuk warga karena kita belum tahu kapan berakhirnya luapan banjir ini,” katanya.

Posko kesehatan dan tenda bagi pengungsi di beberapa Dusun, Lingkungan sudah didirikan bagi warga yang rumahnya terendam air, begitu juga dengan sembako sudah berikan.

Tenda pasukan yang kapasitas puluhan orang untuk warga di tiga lingkungan Kelurahan Langga Payung didirikan di SDN 114363 Langga Payung Jalan Jendral Amad Yani.

“Kami juga sudah sediakan dapur umum, antisifasi kalau banjir berkelanjutan dan merendam rumah warga,” sebut Camat.

Rincian sementara untuk Desa Hutagodang, Batang Nadenggan air sudah surut, namun dari Pemerintah setempat tetap terus memantau kondisi warga tersebut.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan terus berkoordinasi dengan BPBD  bekerja sama dengan aparat Desa dan Dusun serta lingkungan memantau debet naik turunnya luapan air banjir,” pungkasnya.

Adapun rincian di Kelurahan Langga Payung tiga Lingkungan yang terendam antara lain Lingkungan Janji Matogu, Lingkungan Pijor Koling dan Lingkungan Sebrang.

Sementara untuk Desa Ujung Gading yang terendam Dusun Sikkam dan Dusun Sigadung Laut. 

“Untuk Desa Hutagodang, Desa Batang Nadenggan air sudah surut namun kita tetap pantau terus kondisi warga,” katanya.

Untuk bantuan sembako yang sudah disalurkan di Dusun Sikam Delapan Belas keluarga, Dusun Sigadung Laut bekisar tiga puluh keluarga yang masih terdata dikarenakan petugas belum bisa masuk ke lokasi untuk mendata.

Sementara untuk tiga lingkungan di Kelurahan Langga Payung semalam hari jumat sudah diberikan tujuh puluh enam warga, dan hari ini bertambah sudah masuk datanya seratus dua puluh tiga yang akan disalurkan sembakonya.

“Intinya kami dari Pemerintah Kecamatan terus berkoordinasi dengan BPBD pihak Kepolisian dan TNI serta aparat Desa dan Dusun serta lingkungan, perkembangan luapan air dan kondisi warga yang terendam,” ungkapnya.

Disamping itu bagi warga Dusun Sebrang banjir tersebut menjadi objek menambah isi dompet mereka sebagai pemberi jasa bagi pelintas yang menggunakan roda dua, dengan artian pengendara roda dua yang disebrangkan membayar jasa pada warga sebesar dua puluh ribu sampai dengan dua puluh lima ribu bagi setiap kendaraan yang disebrangkan.

Seperti yang diutarakan Akhir (16) pelajar menjelaskan kami tidak memaksa warga yang melintas namun mereka minta kendaraannya disebrangkan dengan posisi mati dan kanalpot ditutup dengan pelastik.

“Mereka memberi jasa terkadang dua puluh ribu bahkan mereka memberikan dua puluh lima ribu, ya kami terima,” ujarnya mengakhiri. (Candra Siregar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan