Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Diduga Tak Sesuai, Posyandu Desa Pematang Panjang Bangunannya Bongkar Pasang

Diduga Tak Sesuai, Posyandu Desa Pematang Panjang Bangunannya Bongkar Pasang

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) — Diduga tak matang dalam perencanaan pembangunan, dimana bagian atap bangunan Posyandu Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, yang dananya berasal dari Dana Desa (DD) Desa Pematang Panjang, Tahun Anggaran 2018 dibongkar kembali. Padahal bangunan itu baru selesai dikerjakan, dan dibangun lagi.

Dari pantauan Media Lintas10.com dilapangan, pada Minggu (9/9/2018), Tampak terlihat beberapa orang pekerja, yang dengan langsung didampingi oleh kepala desanya bersama Ketua TPK nya, yang juga Kaur Pembangunan, sedang membongkar bagian atap bangunan Posyandu yang baru selesai tersebut.

Di karenakan hasilnya tidak sesuai dari semestinya. Bangunan Posyandu Desa Pematang Panjang, dengan sumber dana dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018, senilai Rp 158.000.000, seluas 7 × 7 Meter, dan waktu pelaksanaan pekerjaan yang tidak ditentukannya. Padahal, Atap bangunan Posyandu itu baru hitungan hari saja selesai dikerjakannya, kini pada dibongkar lagi, dan dikerjakan kembali.

Tampaknya, banyak benar uang untuk bangunan Posyandu ini. Baru pada selesai dibangun, kembali dibongkar, dan dibangun lagi. Padahal, baru hitungan hari saja Posyandu itu selesai dibangun.

“Bagaimanakah perencanaannya pembangunan Posyandu itu, baru pada telah selesai dibangun, kini dibongkar lagi, dan dibangun kembali,” ujar Min (49), salah seorang warga kabupaten seruyan, Minggu (9/9/2018) kepada lintas10.com mengatakan.

Dampak bongkar pasang itu, juga diduga akhirnya akan pada merembet ke bagian yang lainnya. Hal ini disebabkan pada waktu pembangunan pengawasan dari pihak terkait diduga kurang maksimal dan perencanaannya yang tidak matang.

Lebih lanjut Min mengatakan, Ini diduga dengan perencanaan yang tidak matang, atau asal jadi saja. Apa alasannya, disaat waktu dalam proses pelaksanaan pekerjaannya, kenapa pengawasnya hanya membiarkan saja, tidak melakukan tindakannya, sesuai tupoksinya, sehingga jangan sampai pada dari bangunannya yang sudah selesai dibuatnya dengan kini pada dibongkar lagi dan kembali dibangunkan lagi. Inikan namanya pekerjaan yang pada mubazir.

“Kita berharap, yang melaksanakan pembangunan di Kabupaten Seruyan, kususnya pada dengan di Desa Pematang Panjang tersebut, agar memiliki perencanaan yang matang dan pengawasan yang benar, agar uang rakyat yang pada digunakan untuk pembangunan tak terbuang dengan sia-sia,” ungkapnya.( Fathul Ridhoni)


Baca Juga

Warga Seruyan Minta Secara Bersama Sama Ikut Awasi Pelaksanaan Proyek Pemerintah

Lintas10.com (Seruyan/Kalteng) –  Salah seorang masyarat Kabupaten Seruyan, yang berada di Kuala Pembuang, Kecamatan Seruyan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.