Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Dewan Adat Dayak Kotawaringin Barat Laksanakan Acara Ritual Menyanggar Laman

Dewan Adat Dayak Kotawaringin Barat Laksanakan Acara Ritual Menyanggar Laman

Kotawaringin Barat, Lintas10.com-Acara ritual menyanggar laman atau berdoa untuk kedamaian dan ketenteraman kota atau negara tentu sangat menjadi perhatian Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotawaringin Barat.

Acara Ritual yang dilaksanakan di Area Pehobangan Laman atau Prasasti tempat Ibadah berbagai suku Dayak baik dari Sungai Arut, Sungai Lamandau Induk, Sungai Bulik, Sungai Mentobi, Sungai Belantikan, Sungai Batang Kawa maupun Sungai Delang yang terletak di Sungai Buun telah dilaksanakan pagi tadi (01/12/2018).

Acara ritual ini dilaksanakan bukan saja dilakukan oleh yang berkepribadian Kaharingan sebagai Kepercayaan asli Suku Dayak, akan tetapi sudah melingkupi lintas agama karena pada intinya adalah berserah diri atas keinginan hati nurani setiap insan kepada Sang Khalik Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Terlihat dalam rangkaian tersebut, acara setelah dibuka oleh Pembawa Acara Yang Beragama Islam dilanjutkan dengan Berdoa untuk membuka acara ritual dengan dipimpin oleh Advento Tambunan yang merupakan Mantir Tetua Adat secara Kristen Protestan.

Setelah pengantar doa, dilanjutkan ritual asli Suku Dayak yang dalam hal ini dilaksanakan Ritual Adat Dayak Tomun.

Seluruh kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar dibawah cuaca Pangkalan Bun yang sangat cerah bersahabat yang juga dihadiri oleh aparat keamanan, baik dari TNI dan Polri juga perwakilan dari Kelurahan Baru Pangkalan Bun.

Menurut Wendi Loentan, sebagai Pelaksana Harian Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), bahwa pada dasarnya adalah memohon Penyertaan dan Pemeliharaan Tuhan Yang Maha Kuasa, agar segenap bangsa dan negara ini senantiasa berlimpah berkat damai terutama dalam menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 yang akan datang.

Seluruh aparat negara baik TNI maupun Polri selalu diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus mengawal dan menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban negara dan masyarakat sehingga oleh Keikut sertaan masyarakat selalu kondusif.

Yang tak kalah pentingnya, menurut Wendi Loentan, bahwa Dewan Adat Dayak menolak secara tegas faham-faham radikal dalam berbagai bentuk dan bungkus yang ingin merusak keamanan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang akan masuk ke Kotawaringin Barat, tegas Wendi Loentan.(AD)


Baca Juga

POLRES KOBAR Terima Penghargaan Dari MENPAN RB Republik Indonesia

Kotawaringin Barat, Lintas10.com- Dipenghunjung tahun 2018 Polres Kotawaringin Barat dapat berbangga karena memperoleh penghargaan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.