Home / Provinsi Kalimantan Tengah / Baru 7 Tahun Digunakan Masyarakat Jembatan Di Seruyan Sudah Mengalami Retak

Baru 7 Tahun Digunakan Masyarakat Jembatan Di Seruyan Sudah Mengalami Retak

Lintas10.com(seruyan/kalteng) – jembatan Seruyan yang membentang sepanjang 590 meter dengan lebar sembilan meter, terlihat mengalami retak. Keretakan didapati pada bagian salah satu siring oprit jembatan berdampingan dengan bagian pondasi yang menghubungkan lantai jembatan.

Pantauan lintas10.com kalteng dilapangan, terlihat di lokasi jembatan Seruyan itu panjang keretakan sekitar tiga meter dengan lebar retakan yang menganga sekitar kurang lebih sepuluh centimeter.

Menurut penuturan warga Kuala Pembuang yang sudah mengetahui kondisi bagian jembatan itu, keretakan bagian siring oprit tersebut sebenarnya sudah lama terlihat. Namun seiring waktu, lebar keretakan yang dulunya masih ukuran kecil sekarang makin melebar dan bertambah panjang.

“Saya tidak ingat kapan awal mula retakan itu terlihat muncul. Pastinya, itu sudah lama terlihat dan sekarang kondisi retaknya memprihatinkan,” ujar fendy, warga Kuala Pembuang yang biasa melintasi jalan yang berada dibawah bangunan jembatan Seruyan, Rabu (10/5/2017).

Lebih lanjut, dimana setahu fendy, jembatan Seruyan itu baru difungsikan pada tujuh tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2010.

“Baru tujuh tahun difungsikan kok sudah ada kerusakan berupa retaknya siring oprit jembatan Seruyan ini. Pada bagian oprit lain juga muncul keretakan yang lumayan panjang, namun lebar keretakannya tidak seperti yang separah ini. Lamban laun jika tidak segera ditangani keretakan siring ini, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kondisi bangunan jembatan yang sudah dibangun megah,” ujarya. (Fathul ridhoni).

Baca Juga

Pembangunan Box Culvert Di Desa Bangun Harja Seruyan Hilir Timur Diduga Tak Sesuai Harapan

Lintas10.com ( Seruyan/Kalteng)- Pembangunan box culvert pada Desa Bangun Harja ( Trans Unit 2) kecamatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *