oleh

Sempat Batal , Akhirnya Lahan PT PSJ Dieksekusi Tim DLHK Riau dan Kejari Pelalawan.

Langgam lintas10.com , kab Pelalawan – Lahan milik ratusan petani dan PT Peputra Supra Jaya (PSJ) akhirnya dieksekusi dan tim kejaksaan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau. Mereka dikawal ratusan personel Polres Pelalawan serta Brimob Polda Riau.

Lahan petani merupakan pola kelompok tani (KKPA) yang bekerja sama dengan PT PSJ, di Desa Gondai Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Riau.

Eksekusi itu merupakan pelaksanaan dari putusan Mahkamah Agung MA Nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. Total 3.323 hektare hamparan sawit yang menjadi target eksekusi. Putusan itu ditembuskan ke PT Nusa Warna Raya (NWR), perusahaan tanaman industri jenis akasia, group dari April.

Sebanyak 8 ha dari 3.300 ha sawit PT PSJ telah diratakan dan diganti dengan tanaman Akasia, sejak Jumat (17/1) hingga selesai beberapa hari kemudian. Eksekusi juga akan menyenggol lahan petani di Kecamatan Langgam. Akibatnya, ratusan petani akan kehilangan mata pencaharian dan anak mereka terancam putus sekolah.
Sebanyak 500 personel gabungan mulai dari Polres Pelalawan, Polisi Hutan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan hingga aparat TNI akan berhadapan dengan Radisman dan petani lainnya. Namun para petani mengaku tidak gentar.

“Ini menyangkut soal hidup kami ke depannya. Kami pertahankan apapun resikonya,” terangnya.

Perlahan-lahan ekskavator menumbangkan kebun sawit PT PSJ. Mereka tampak tak dapat melawan saat kebun perusahaan ditumbangi. Namun cerita lain akan terjadi jika pohon sawit mereka ikut ditumbang.

Perlawanan mereka akan berhadapan dengan beberapa petugas yang tampak menenteng senjata pada Jumat siang (17/1) kemarin. Ratusan petani sawit plasma Desa Gondai yang berinduk di PT Peputra Supra Jaya (PSJ) itu tampak berjaga di masing-masing lahan mereka.

Baca Juga:  Polres Pelalawan Musnahkan Pakaian Bekas Alias "Monza"

Tahap awal, ada lima eksavator tengah menumbangkan deretan sawit produktif di perkebunan yang berdiri sejak medio 1990 itu. Jumlah ekskavator akan terus bertambah hingga 40 unit untuk meratakan pohon tempat bagi ribuan jiwa.

Sebagian di antaranya merupakan lahan inti PT PSJ. Sementara ribuan hektare sisanya merupakan lahan plasma, salah satunya milik Radisman. Pohon-pohon sawit yang awalnya berdiri kokoh tak kuasa bertahan dengan gempuran baja keras. Eksekusi dengan cara menumbangkan pohon sawit produktif tinggal menunggu waktu hingga sampai ke lahan plasma masyarakat.
Di lokasi, Kepala Seksi Penegakan Hukum DLHK Provinsi Riau, Agus menyebutkan, pihaknya akan segera menyelesaikan penumbangan pohon sawit perusahaan dan milik petani. Agus memimpin kegiatan eksekusi itu mengatakan bahwa ada 3.323 hektar kebun kelapa sawit di sana, bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pelalawan. Menurut Agus, eksekusi itu berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 1087 K/PID.SUS.LH/2018.

Dalam putusan itu, kata Agus, perkebunan sawit yang berdiri belasan tahun itu menyalahi regulasi karena masuk dalam kawasan konsesi tanaman industri. Dalam putusan juga disebutkan hamparan sawit itu akan diserahkan ke PT NWR.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Jangan Lewatkan