oleh

Pendidikan Reguler Ke 46 Sesko TNI TA 2019 Resmi Dibuka

Last Updated: 22 Apr 2019

Bandung, LINTAS10.COM – Dansesko TNI Laksamana Madya Deddy Muhibah Pribadi mewakili Panglima TNI bertindak selaku Inspektur Upacara pada pembukaan pendidikan reguler ke 46 Sesko TNI TA 2019 di Gedung Serasan, sesko TNI-Bandung, Senin (22/4/2019).

Pembukaan pendidikan Reguler ke 46 Sesko TNI TA 2019 ditandai dengan penyematan tanda siswa kepada perwakilan siswa.

Pendidikan Sesko TNI TA 2019 ini diikuti 152 orang Perwira Menengah TNI dan Polri terdiri dari 67 orang TNI AD, 40 orang TNI AL, 26 orang TNI AU, 12 orang Polri dan 7 orang Perwira Mancanegara. 2 diantaranya merupakan pamen korps wanita TNI.

Sesko TNI merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI. Para Perwira lulusan Sesko TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan memimpin serta pengetahuan kemiliteran dan manajemen pertahanan yang bersifat strategis saja, namun juga dituntut untuk menguasai perkembangan lingkungan global, diplomasi, hukum serta ilmu pengetahuan dan teknologi ditopang dengan kesegaran jasmani yang prima guna mendukung pelaksanaan tugas untuk mencetak para calon pemimpin TNI masa depan.

Panglima TNI pada amanatnya menyampaikan bahwa tantangan tugas ke depan yang akan dihadapi semakin bervariasi, dihadapkan pada spektrum ancaman yang semakin luas.

Dimana karakteristik medan tugas membutuhkan pemahaman yang komprehensif, pemikiran yang terbuka, serta model kepemimpinan yang adaptif.

Saat ini kita dihadapkan pada kondisi yang berbeda dengan munculnya fenomena-fenomena baru, seperti: revolusi industri 4.0, berkembangnya jenis-jenis peperangan baru seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, serta munculnya generasi milineal yang memiliki karakter unik dan lekat dengan teknologi.

Operasi militer baik untuk perang maupun selain perang, memerlukan pendekatan yang berbeda dengan dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu. Disinilah diperlukan pemaknaan profesionalisme yang berbeda.

“Profesionalisme adalah evolusi dan transformasi kemampuan militer, dihadapkan pada karakteristik ancaman dan lingkungan yang senantiasa berubah,” ujar Panglima TNI.

Dengan demikian dibutuhkan perwira-perwira TNI yang handal, berwawasan luas, berpikiran terbuka, tidak alergi dengan gagasan-gagasan baru, serta kepemimpinan transformasional yang mampu memahami dan memimpin para prajurit serta perwira-perwira muda generasi milineal.

Perubahan lingkungan yang dinamis juga membutuhkan konektivitas tinggi, yang tidak hanya pada skala nasional, namun bahkan pada skala internasional.

Pendidikan Sesko TNI selain melahirkan pemimpin TNI masa depan juga merupakan ajang membangun konektivitas, menjalin persahabatan diantara para Pasis, baik dari TNI, Polri maupun negara-negara sahabat, guna mendukung interoperabilitas menjalankan tugas di masa mendatang.

Pendidikan kali ini juga diikuti 7 perwira mancanegara, Australia, India, Malaysia, Singapura, Philipina, Pakistan, dan Saudi Arabia.

Keikutsertaan Pasis Negara Sahabat yang merupakan duta-duta persahabatan akan semakin mempererat hubungan baik antar negara.

Editor: Benz

Komentar

Jangan Lewatkan