Siak, lintas10.com- Sudah 4 Bulan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Siak belum juga cair, padahal saat ini sudah masuk -10 hari raya Idhul Fitri 2021.
Salah seorang sumber mengatakan bahwa untuk penandatanganan Kwitansi sudah dilakukan oleh Penghulu namun belum di ketahui tanda-tanda dana akan cair.
“Kami sudah menandatangani Kwitansi namun dana belum ada di kas Rekening Kampung,” ujar Sumber Senin (3/5/2021).
Ditempat terpisah PLT Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Siak Budi L Yuwono ketika di konfirmasi mengatakan bahwa sudah ada Kampung ADD nya yang cair.
“Semalam ke Pusako saya sudah Cair, dan Kampung Sialang Sakti juga katanya semalam sudah cair, dikampung Pebadaran, Kampung mana lagi yang belum bisa cair? dan ada kesalahan teknis di BKD besok bisa teken lagi,” Ujar Budi melalui sambungan Whats Up nya.
Sementara itu ditempat terpisah sumber lain di Kecamatan Pusako awak media ini memastikan apakah sudah cair dana ADD? Menjawab sepengetahuan nya belum ada yang cair.
“Setau saya belum ada yang cair pak,” kata Sumber.
Ketua APDESI Kabupaten Siak Juprianto ketika dikonfirmasi terkait keluhan Para Penghulu yang ADD belum juga cair memasuki bulan ke 5 ini mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan secara lisan dan melalui sambungan Whats Up kepada Pemerintah Daerah Siak.
“Saat ini sudah 4 bulan ADD belum juga cair, dan persoalan ini sudah kita sampaikan melalui lisan maupun what’s up,” kata Juprianto.
Lanjut Juprianto sepengetahuannya Penghulu sudah menandatangani Kwitansi namun belum diketahui kapan akan cairnya.
“Kami sudah tanda tangan kwitansi, tapi untuk pencairannya kami belum tau pasti, apa lagi Ini sudah mendekati lebaran,” kata Juprianto.
Sumber lain mengungkapkan bahwa ADD merupakan anggaran untuk semua kegiatan yang sudah di masukan di RAPBEKAM termasuk gaji perangkat mulai RT sampai dengan Guru Ngaji, PAUD.
“Di ADD itu didalamnya gaji perangkat, operasional kantor, dan lainnya yang masuk di pengesahan RAPBEKAM,” sebut Sumber.
Akibat dari belum cairnya ADD pelayanan di kantor tidak bisa maksimal.
“Dari mana lagi kita gali anggaran nya kalau sampai berbulan-bulan, hutang kita diwarung sudah banyak,” tandas Sumber. (Sht)







